Sengkarut Pemilu 2024, Akademisi Lihat Bawaslu dan KPU Seperti Angkat Tangan
Minggu, 25 Februari 2024 - 20:09 WIB
loading...
Sirekap KPU yang tak menampilkan Form C Hasil Partai Perindo di sejumlah TPS di Sumatera Utara. Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Pengajar di Universitas Diponegoro Nur Hidayat Sardini mengaku prihatin dengan apa yang terjadi terkait situasi politik pascapencoblosan Pemilu 2024. Dia menilai lembaga penyelenggara pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hanya fokus kepada pemilih, bukan peserta pemilu.
"Saya agak prihatin dengan kondisi itu, ketika peserta pemilu ada masalah, seolah-olah penyelenggara pemilu tidak jadi bagian dalam persoalan itu. Padahal itu tugas Anda, itu yang tampak sekali di Pemilu 2024,” kata Nur Hidayat dalam diskusi publik 'Potensi Penyelenggaraan dan Penanganan Administrasi dalam Proses Rekapitulasi Suara Pemilihan Umum 2024' yang disiarkan secara daring, Minggu (25/2/2024).
Lembaga penyelenggara pemilu, kata Nur Hidayat, seharusnya ikut resah ketika peserta pemilu mengalami kesulitan. Karena sejatinya, mereka melayani dua pihak, yaitu pemilih dan peserta pemilu. "Contoh, suatu waktu ada peserta pemilu yang tidak nyaman atau sering diubah jadwalnya suka-suka, enggak peroleh izin padahal izinnya sudah disetujui," katanya.
Baca juga: Form C Hasil Perindo Tak Ditampilkan di Sirekap, Akademisi: Potensi Suara Dicuri Partai yang Butuh Parlemen
"Saya agak prihatin dengan kondisi itu, ketika peserta pemilu ada masalah, seolah-olah penyelenggara pemilu tidak jadi bagian dalam persoalan itu. Padahal itu tugas Anda, itu yang tampak sekali di Pemilu 2024,” kata Nur Hidayat dalam diskusi publik 'Potensi Penyelenggaraan dan Penanganan Administrasi dalam Proses Rekapitulasi Suara Pemilihan Umum 2024' yang disiarkan secara daring, Minggu (25/2/2024).
Lembaga penyelenggara pemilu, kata Nur Hidayat, seharusnya ikut resah ketika peserta pemilu mengalami kesulitan. Karena sejatinya, mereka melayani dua pihak, yaitu pemilih dan peserta pemilu. "Contoh, suatu waktu ada peserta pemilu yang tidak nyaman atau sering diubah jadwalnya suka-suka, enggak peroleh izin padahal izinnya sudah disetujui," katanya.
Baca juga: Form C Hasil Perindo Tak Ditampilkan di Sirekap, Akademisi: Potensi Suara Dicuri Partai yang Butuh Parlemen
Lihat Juga :