Berpikir Positif, Kunci Hindari Tekanan Psikologis Pandemi Covid-19

loading...
Berpikir Positif, Kunci Hindari Tekanan Psikologis Pandemi Covid-19
Calon penumpang kereta api bersiap menjalani rapid test di Stasiun Tawang Semarang, Jawa Tengah, Kamis 30 Juli 2020. Foto/SINDOnews/Ahmad Antoni
A+ A-
Pandemi virus Corona (Covid-19) yang melanda dunia, termasuk Indonesia telah mengubah seluruh tatanan kehidupan masyarakat.

Dampaknya sangat terasa, tidak terkecuali secara psikologis. Hal ini diakui oleh masyarakat seperti terangkum dalam survei online SINDOnews.

Dari survei yang digelar pada 31 Juli-5 Agustus 2020, sebanyak 51% dari 100 responden mengakui pandemi telah berpengaruh terhadap diri mereka secara psikologis.

Bentuknya ada yang berupa rasa khawatir berlebihan, sensitif, emosional serta rasa gelisah berkepanjangan. “Selama pandemi ini saya selalu dirundung rasa khawatir. Khawatir saat keluar rumah dan menggunakan transportasi umum,” ujar Kiki Fadillah, seorang mahasiswi. (Baca juga: 13 Daerah Ini Berubah dari Zona Oranye ke Zona Merah Corona)
Berpikir Positif, Kunci Hindari Tekanan Psikologis Pandemi Covid-19

Gangguan psikologis yang muncul bersumber dari beberapa hal. Pertama, dipicu dari kemungkinan penularan virus Covid-19. Perasaan takut tertular, bingung cara melindungi diri dan keluarga, dan khawatir pada reaksi masyarakat jika ternyata hasil cek positif, merupakan beberapa penyebab yang menimbulkan dampak psikologis berupa gangguan emosional.



Kedua, kekhawatiran terjadinya dampak lanjutan dari ekonomi yang terpuruk akibat pandemi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 05 Agustus 2020, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 tercatat -5,32%.

Kondisi pertumbuhan ekonomi yang minus ini juga terjadi pada negara-negara lain seperti Singapura yang perekonomiannya pada kuartal II 2020 mencapai -41,2%.

Hal ini tentu bisa berpengaruh terhadap kelangsungan hidup masyarakat. PHK bisa terjadi di mana-mana dan akibatnya rakyat pun semakin kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup



Gangguan psikologis juga muncul karena pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat ruang gerak semua orang terbatas, termasuk aktivitas bersosialisasi dengan orang lain.Banyak orang pada akhirnya tidak bisa bertatap muka langsung dengan orang-orang yang dikasihi. Padahal aktivitas tersebut bisa bermanfaat sebagai sarana rileksasi.

Hal ini diperparah dengan munculnya berita-berita hoaks yang semakin menambah kecemasan masyarakat. “Iya situasi PSBB ini, masih muncul berita hoaks Covid,” ujar Raka.

Positive Thinking

Bagaimana masyarakat bertahan? Dari hasil survei, cara pilihan yang dilakukan untuk menyelamatkan diri dari dampak pandemi adalah berpikir positif. Hal itu diungkapkan oleh 31% responden.

“Harus selalu berpikiran positif di tengah pandemi ini. Itu bisa membuat imun menjadi kuat untuk mengantisipasi virus,” ungkap Putri, warga Tangerang Selatan.

Cara lainnya, mengalihkan fokus perhatian dengan menjalankan hobi. Kegiatan ini bisa menjadi sarana penyaluran emosi yang terkuras akibat pandemi.
Berpikir Positif, Kunci Hindari Tekanan Psikologis Pandemi Covid-19

Sebagai respons atas munculnya dampak psikologis terhadap masyarakat, maka sejak 29 April 2020, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) membuka sebuah layanan psikologi yang bersifat nasional. Layanan yang diluncurkan oleh Kantor Staf Presiden RI (KSP) tersebut bernama SEJIWA, diperuntukan sebagai bentuk dukungan psikologis awal (DPA) bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Sampai saat ini tim ini telah melayani ribuan aduan dari seluruh pelosok Indonesia. Masyarakat pun memberi apresiasi atas penyediaan fasilitas ini. Namun ke depannya, masyarakat berharap agar pemerintah bisa meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak seperti psikolog serta pemerhati kesehatan mental untuk memberikan layanan psikologis secara tepat, merata dan komprehensif bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam menghadapi pandemi ini.
(dam)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top