Kesinambungan Manajemen Talenta
Sabtu, 11 November 2023 - 11:41 WIB
loading...
Hendarman - Analis Kebijakan Ahli Utama pada Kemendikbudristek/Dosen Pascasarjana Universitas Pakuan. Foto/Dok Pribadi
A
A
A
Hendarman
Analis Kebijakan Ahli Utama pada Kemendikbudristek/Dosen Pascasarjana Universitas Pakuan
Manajemen Talenta Nasional (MTN) merupakan bagian pidato terpilih Presiden Jokowi diSentul, Bogor 14 Juli 2019. Ada beberapa inisiatif Pemerintah dikemukakan pada waktu itu.Inisiatif itu meliputi identifikasi, fasilitasi dan dukungan pendidikan dan pengembangandiri, serta mengelola talenta-talenta yang hebat agar mampu bersaing global.
Hal itu salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan ajang kompetisi maupun non-kompetisi bagi peserta didik. Banyak ajang yang diselenggarakan dari tahun ke tahun.Ajang dibagi atas tiga bidang, yaitu yaitu riset dan inovasi, seni budaya dan olahraga,sesuai dengan Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (DBMTN). Ada kesan, ajang-ajangtersebut cenderung bersifat rutinitas dengan cabang yang sama tanpa adanya reformasi.
Belum diketahui apakah sudah ada mekanisme penelusuran para juara atau pemenang dalamsuatu ajang. Apakah ada pembinaan khusus bagi mereka setelah berprestasi? Apakah adapenghargaan khusus dari pemerintah daerah? Tidak adanya mekanisme dimaksud tentu sajaakan berdampak kepada kesinambungan prestasi atau talenta seseorang.
Konsep Manajemen Talenta Nasional
Manajemen talenta seyogianya memiliki suatu kerangka implementasi yang jelas. Kerangkatersebut paling tidak meliputi beberapa tahapan. Tahapan itu berupa identifikasi,pengembangan, aktualisasi, pengakuan dan penghargaan, dan kapitalisasi talenta. Dalam tahap identifikasi, perlu ditemukenali minat dan bakat (ketalentaan) seorang anak ataupeserta didik. Data ini akan membantu untuk mengarahkan seorang anak agar dapat fokuspada minat dan bakatnya.
Analis Kebijakan Ahli Utama pada Kemendikbudristek/Dosen Pascasarjana Universitas Pakuan
Manajemen Talenta Nasional (MTN) merupakan bagian pidato terpilih Presiden Jokowi diSentul, Bogor 14 Juli 2019. Ada beberapa inisiatif Pemerintah dikemukakan pada waktu itu.Inisiatif itu meliputi identifikasi, fasilitasi dan dukungan pendidikan dan pengembangandiri, serta mengelola talenta-talenta yang hebat agar mampu bersaing global.
Hal itu salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan ajang kompetisi maupun non-kompetisi bagi peserta didik. Banyak ajang yang diselenggarakan dari tahun ke tahun.Ajang dibagi atas tiga bidang, yaitu yaitu riset dan inovasi, seni budaya dan olahraga,sesuai dengan Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (DBMTN). Ada kesan, ajang-ajangtersebut cenderung bersifat rutinitas dengan cabang yang sama tanpa adanya reformasi.
Belum diketahui apakah sudah ada mekanisme penelusuran para juara atau pemenang dalamsuatu ajang. Apakah ada pembinaan khusus bagi mereka setelah berprestasi? Apakah adapenghargaan khusus dari pemerintah daerah? Tidak adanya mekanisme dimaksud tentu sajaakan berdampak kepada kesinambungan prestasi atau talenta seseorang.
Konsep Manajemen Talenta Nasional
Manajemen talenta seyogianya memiliki suatu kerangka implementasi yang jelas. Kerangkatersebut paling tidak meliputi beberapa tahapan. Tahapan itu berupa identifikasi,pengembangan, aktualisasi, pengakuan dan penghargaan, dan kapitalisasi talenta. Dalam tahap identifikasi, perlu ditemukenali minat dan bakat (ketalentaan) seorang anak ataupeserta didik. Data ini akan membantu untuk mengarahkan seorang anak agar dapat fokuspada minat dan bakatnya.
Lihat Juga :