alexa snippet

Pemerintah Cari Jalan Tengah Terkait Pemblokiran Telegram

Pemerintah Cari Jalan Tengah Terkait Pemblokiran Telegram
Johan Budi SP. Foto/Isra Triansyah/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi SP menjelaskan, pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang harus menjelaskan secara detail mengenai kebijakan pemblokiran Telegram, agar masyarakat tidak salah tangkap mengenai hal tersebut.

‎"Presiden sendiri sudah menyatakan bahwa pemblokiran itu adalah upaya untuk menyelamatkan keamanan negara‎," kata Johan di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Menurut Johan, dirinya sudah mendengar perihal komunikasi yang dilakukan antara pihak Telegram dengan Kemenkominfo. Dia mengaku, belum tahu apakah akan ada perubahan setelah dilakukan komunikasi tersebut.

Sebab kata Johan, awalnya tidak ada komunikasi dari pihak Telegram. Telegram melakukan komunikasi dengan Kemenkominfo setelah ada komplain dari pemerintah. Berikutnya, setelah ada pemberitaan mengenai pemblokiran itu, pihak Telegram berinisiatif melakukan komunikasi untuk mencari solusi.

"Bagaimana jalan tengahnya, saya kira sekarang sedang dibahas antara Pemerintah dalam hal ini Kominfo dengan Telegram," ucapnya.

(Baca juga: Kapolri Jelaskan Alasan Pemerintah Blokir Telegram)


Diakui Johan, terkait apakah nantinya pemblokiran itu akan dicabut kembali, hal itu masih menunggu komunikasi antara Kemenkominfo dan pihak Telegram dalam mencari solusi bersama.

"Kominfo sendiri baru ada komunikasi dengan Telegram dan bisa saja dibangun kembali atau diselesaikan persoalan-persoalan yang menjadi ganjalan-ganjalan pemerintah terhadap Telegram. Poinnya kan sebenarnya untuk keamanan negara," pungkasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top