Rempangku Malang, Melayuku Sayang
Jum'at, 22 September 2023 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah kitab yang mengemukakan etika kepemimpinan, yang dengan elok menguraikan tentang aturan kerajaan, pembagian tugas pembesar istana sebagai pembantu raja, dan pesan moral pada raja.
Dengan narasi yang padat serta mudah dimengerti, ia juga menyampirkan syair yang sarat kiasan dengan metafora-metafora, yang ditujukan pada para pembesar istana di Kesultanan Riau-Lingga. Yang para pejabatnya, misalnya mereka menginginkan berkembangnya aset-aset kerajaan untuk mendapatkan hasil-untung secepatnya, maka layak merenungkan penggalan syair ini:
siasat ini bisa dicoba
kepada segala rakyat dan hamba
jangan segera tamak dan loba
mengeluarkan hasil bagai ditimba
kitab al-fikih Hadis dan tafsir
hendaklah taat serta berfikir
jauhkan tamak loba dan kikir
keraskan makruf jauhkan mungkir
Raja Ali Haji pada galibnya, berupaya membangun sistem pengelolaan kerajaan, membuat regulasi politik dan merumuskan prinsip-prinsip moral yang berdasarkanpada akidah, syariah dan akhlak.
Maka peristiwa Rempang membawa kita kata-kata bijak-bestari seperti yang disampaikan oleh Raja Ali Haji dengan syair nasihatnya tentang selayaknya pemimpin tak harus memaksakan kehendak pada rakyatnya:
Jika memerintah dengan cemeti
dengan perkataan yang pasti-pasti
Baiklah orang bencilah hati
Tiada suka berbuat bakti
Dengan narasi yang padat serta mudah dimengerti, ia juga menyampirkan syair yang sarat kiasan dengan metafora-metafora, yang ditujukan pada para pembesar istana di Kesultanan Riau-Lingga. Yang para pejabatnya, misalnya mereka menginginkan berkembangnya aset-aset kerajaan untuk mendapatkan hasil-untung secepatnya, maka layak merenungkan penggalan syair ini:
siasat ini bisa dicoba
kepada segala rakyat dan hamba
jangan segera tamak dan loba
mengeluarkan hasil bagai ditimba
kitab al-fikih Hadis dan tafsir
hendaklah taat serta berfikir
jauhkan tamak loba dan kikir
keraskan makruf jauhkan mungkir
Raja Ali Haji pada galibnya, berupaya membangun sistem pengelolaan kerajaan, membuat regulasi politik dan merumuskan prinsip-prinsip moral yang berdasarkanpada akidah, syariah dan akhlak.
Maka peristiwa Rempang membawa kita kata-kata bijak-bestari seperti yang disampaikan oleh Raja Ali Haji dengan syair nasihatnya tentang selayaknya pemimpin tak harus memaksakan kehendak pada rakyatnya:
Jika memerintah dengan cemeti
dengan perkataan yang pasti-pasti
Baiklah orang bencilah hati
Tiada suka berbuat bakti
(poe)