alexametrics

Demokrasi Berlaksa Epos

loading...
Apabila ada yang memprihatinkan situasi ini, sayangnya, ia tampaknya masih harus menanggung kecewa untuk beberapa waktu ke depan. Narasinarasi tersebut masih akan terus menjadi sangat nyata untuk para pengusungnya, pasalnya ia adalah pertaruhan mereka untuk piala yang luar biasa. Pemerintahan desa berwenang memiliki rumah tangganya serta mengelola anggaran, bantuan, dana yang dikucurkan pusat dan hal ini sendiri yang mungkin baru sebagian dari keuntungannya merupakan piala yang cukup memikat. 

Dengan kenyataan perekonomian tak sedikit desa masih bertumpu pada pekerjaan-pekerjaan dari pemerintahan, sang pemenang artinya tak sekadar memperoleh jabatan. Ia akan memperoleh perkakas-perkakas yang dibutuhkan untuk menggerakkan geliat desa dan, bila cukup lihai, menggulirkannya untuk memantapkan kedudukan kulturalnya. 

Mungkin, sebagian tak akan sampai secakap itu memanfaatkannya. Namun, intinya, siapa yang tak tertarik dengan kedudukan sebagai pengatur kehidupan desa yang disediakan dan dijamin pemerintah? Dan, yang kini bisa kita coba mulai bayangkan adalah jawaban untuk pertanyaan, apa yang akan terjadi apabila dana desa dengan nilai sebesar Rp1 miliar mulai dikucurkan pada 2016? 

Saya curiga, pada hari-hari di mana privilese mengelola uang sebesar itu aman berada di tangan para raja terpilih, dinamika politik tak akan bergulir lagi dengan wujud yang akrab kita kenali. Di atas sana di Ibu Kota politik boleh jadi masih akan disibukkan dengan platform yang tampak molek dan, tentu saja, citra pribadi. 

Tapi, di bawah sini, mungkin masa depan politik terletak pada sagasaga para raja dan pendahulunya. Mungkin saja. *) Tulisan ini terinspirasi dari penelitian bersama tim, ”Relasi Lintas Budaya Masyarakat Pendatang dan Masyarakat Setempat di Seram Utara,” dengan hibah Dikti. Nama figur historis dan marga disamarkan.

Sosiolog, Peneliti LabSosio FISIP UI, 

Bergiat di Koperasi Riset Purusha
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak