Warga Pronojiwo Lumajang: Kami Ingin Punya Tempat Tinggal Lagi
Senin, 20 Desember 2021 - 02:02 WIB
Toha, Didin bersama sekitar 100 warga lainnya kini mengungsi di SMPN 02 Pronojiwo. Mereka menempati ruang kelas yang dialihfungsikan menjadi bangsal. Kegiatan belajar mengajar yang masih berlangsung di tempat yang sama, dipindahkan ke musala dan masjid.
Di posko SMPN 02 ini, terdapat tenda-tenda besar yang difungsikan sebagai dapur umum dan tempat penyimpanan barang bantuan. Baca: BNPB: 48 Meninggal, 10.571 Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Semeru
Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro adalah dua wilayah yang paling terdampak guguran Semeru. Akses utama menuju Pronojiwo putus total usai Jembatan Gladak Perak di Desa Sumberwuluh ambruk diterjang awan panas dan lahar dingin 4 Desember lalu. Jembatan ini menghubungkan Kabupaten Lumajang–Malang melalui jalur selatan.
Perbaikan jembatan ini rencananya dimulai awal tahun depan dan diperkirakan membutuhkan waktu hingga 9 bulan. Solusi sementara yang ditempuh adalah membangun jembatan gantung di lokasi yang sama. Pengukuran struktur tanah dan konstruksi awal jembatan gantung sudah dimulai dan akan memakan waktu dua bulan.
Di posko SMPN 02 ini, terdapat tenda-tenda besar yang difungsikan sebagai dapur umum dan tempat penyimpanan barang bantuan. Baca: BNPB: 48 Meninggal, 10.571 Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Semeru
Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro adalah dua wilayah yang paling terdampak guguran Semeru. Akses utama menuju Pronojiwo putus total usai Jembatan Gladak Perak di Desa Sumberwuluh ambruk diterjang awan panas dan lahar dingin 4 Desember lalu. Jembatan ini menghubungkan Kabupaten Lumajang–Malang melalui jalur selatan.
Perbaikan jembatan ini rencananya dimulai awal tahun depan dan diperkirakan membutuhkan waktu hingga 9 bulan. Solusi sementara yang ditempuh adalah membangun jembatan gantung di lokasi yang sama. Pengukuran struktur tanah dan konstruksi awal jembatan gantung sudah dimulai dan akan memakan waktu dua bulan.
Lihat Juga :