Aktivis Peduli Gizi: Tak Perlu Suudzon Kepada Pemerintah Bisniskan PCR
Rabu, 10 November 2021 - 18:10 WIB
Petugas memanggil calon penumpang untuk menjalani tes usap PCR di kawasan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (19/8/2021). FOTO/ANTARA/Fauzan
JAKARTA - Kinerja pemerintah dalam penanganan Covid-19 secara umum cukup baik meski diwarnai sedikit kesalahpahaman di masyarakat terkait pendistribusian vaksin dan harga alat swab yang tidak merata di seluruh Indonesia. Sudah sepatutnya upaya pemerintah itu juga mendapat apresiasi.
Ahli Teknologi Lab Medik yang juga akivis Peduli Gizi Indonesia, Feri S meminta semua pihak tidak berprasangka buruk pada pemerintah. Sebab, pemerintah sudah bekerja keras menangani Covid-19 bersama seluruh elemen masyarakat.
"Baiknya kita tidak suudzon dengan pemerintah dengan membisniskan PCR. Karena selain harus menaati Allah dan Rasul, kita juga dianjurkan untuk menaati pemerintah kan? Jadi sebaiknya ya ngga usah banyak bicara dulu kalau belum tahu kepastiannya," kata Feri saat dimintai tanggapan terkait dengan penanganan Covid-19 di Indonesia, Rabu (10/11/2021) siang. Ferry enggan berkomentar lebih jauh mengenai isu dan tudingan keterlibatan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Baca juga: Kaji Tes PCR Jadi Syarat Lagi, Luhut: Pemerintah Konsisten, Penyakitnya yang Tidak
Ahli Teknologi Lab Medik yang juga akivis Peduli Gizi Indonesia, Feri S meminta semua pihak tidak berprasangka buruk pada pemerintah. Sebab, pemerintah sudah bekerja keras menangani Covid-19 bersama seluruh elemen masyarakat.
"Baiknya kita tidak suudzon dengan pemerintah dengan membisniskan PCR. Karena selain harus menaati Allah dan Rasul, kita juga dianjurkan untuk menaati pemerintah kan? Jadi sebaiknya ya ngga usah banyak bicara dulu kalau belum tahu kepastiannya," kata Feri saat dimintai tanggapan terkait dengan penanganan Covid-19 di Indonesia, Rabu (10/11/2021) siang. Ferry enggan berkomentar lebih jauh mengenai isu dan tudingan keterlibatan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Baca juga: Kaji Tes PCR Jadi Syarat Lagi, Luhut: Pemerintah Konsisten, Penyakitnya yang Tidak
Lihat Juga :