Hadapi Corona, Semangat Puasa dan Idul Fitri Harus Terus Dijaga
Kamis, 28 Mei 2020 - 17:45 WIB
“Kalau kita bicara makna Idul Fitri adalah untuk menjaga jiwa. Nah dengan melakukan ibadah di rumah, salat Ied di rumah dan tidak melakukan halal bihalal ke rumah sanak saudara seperti tahun-tahun sebelumnya, itu merupakan salah satu cara menjaga jiwa kita sendiri,” tuturnya.(Baca juga: Update Corona: Positif 24.538 Orang, 6.240 Sembuh dan 1.496 Meninggal )
Menurut Anggia, jika masyarakat tidak mematuhi aturan tersebut dan keluar rumah, potensi tertular ataupun menularkan kepada orang lain dan keluarga sangat besar.
“Jadi lebih kepada kita kembali kepada tujuan syariah, kita menjaga jiwa, Jiwa kita sendiri, keluarga dan masyarakat secara menyeluruh. Karena itu lebih baik tetap di rumah saja. Lalu kemudian memaksimalkan apa yang bisa kita lakukan dalam ibadah baik itu hablum minallah maupun hablum minannas,” ucap politisi Partai PKB tersebut.
Mengenai rencana penerapan new normal, Anggia menilai rencana itu semacam pelonggaran lockdown di luar negeri dan PSBB di Indonesia. Langkah itu dilakukan banyak negara yang kini masih mengalami pandemi Covid-19.
Dia mengungkapkan, semua negara yang mengalami pandemi Covid-19 berjuang untuk keluar dari jurang krisis dengan penerapan new normal.
“Seperti yang dikatakan oleh Presiden kemarin adalah berdamai dengan Corona, sedangkan bahasa saya sendiri adalah beradaptasi dengan Corona. Kita bisa beraktivitas seperti sedia kala tapi tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan,” terangnya.
Menurut dia, mau tidak mau kehidupan memang harus terus berjalan, tidak berhenti meskipun dengan adanya pandemi saat ini.
Menurut Anggia, jika masyarakat tidak mematuhi aturan tersebut dan keluar rumah, potensi tertular ataupun menularkan kepada orang lain dan keluarga sangat besar.
“Jadi lebih kepada kita kembali kepada tujuan syariah, kita menjaga jiwa, Jiwa kita sendiri, keluarga dan masyarakat secara menyeluruh. Karena itu lebih baik tetap di rumah saja. Lalu kemudian memaksimalkan apa yang bisa kita lakukan dalam ibadah baik itu hablum minallah maupun hablum minannas,” ucap politisi Partai PKB tersebut.
Mengenai rencana penerapan new normal, Anggia menilai rencana itu semacam pelonggaran lockdown di luar negeri dan PSBB di Indonesia. Langkah itu dilakukan banyak negara yang kini masih mengalami pandemi Covid-19.
Dia mengungkapkan, semua negara yang mengalami pandemi Covid-19 berjuang untuk keluar dari jurang krisis dengan penerapan new normal.
“Seperti yang dikatakan oleh Presiden kemarin adalah berdamai dengan Corona, sedangkan bahasa saya sendiri adalah beradaptasi dengan Corona. Kita bisa beraktivitas seperti sedia kala tapi tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan,” terangnya.
Menurut dia, mau tidak mau kehidupan memang harus terus berjalan, tidak berhenti meskipun dengan adanya pandemi saat ini.
Lihat Juga :