Rakornas 2021, KKI Ingin Masyarakat Dapat Perlindungan Layanan Kesehatan
Rabu, 31 Maret 2021 - 21:36 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat menjadi keynote speaker dalam Rakornas Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) 2021. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) menginginkan agar masyarakat mendapatkan perlindungan dalam pelayanan kesehatan.
Hal itu disampaikan Ketua Konsil Kedokteran Gigi sekaligus ketua panitia penyelenggara Rapat Koordinasi Nasional Melanie Hendriaty Sadono. Rakornas yang mengangkat tema “Optimalisasi Peran KKI Dalam Era Disrupsi Global” ini bertujuan agar tercipta kolaborasi, komunikasi dan integritas antar pemangku kepentingan guna terwujudnya perlindungan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan (Patient Safety).Baca juga: Urgensi Konsil Kedokteran Indonesia di Era Globalisasi
Acara yang digelar pada 29 - 31 Maret ini diharapkan dapat tersusunnya konsep sinergitas KKI dengan pemangku kepentingan di bidang kedokteran dalam meningkatkan dan mempertahankan mutu pelayanan medis untuk perlindungan masyarakat; menghasilkan rekomendasi di antara para pemangku kepentingan dalam menghadapi era disrupsi untuk menghasilkan luaran optimal dalam melayani kesehatan masyarakat; mampu menjawab tantangan perubahan dalam bidang Kesehatan dari hulu hilirnya; KKI mampu mengikuti tantangan perubahan Industry Revolution 4.0 in health system; proposal program masing-masing divisi 2021 - 2022.
Dalam acara tersebut, KKI mengundang Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, sebagai keynote speaker sekaligus membuka acara dengan resmi. Menurut Budi, pandemi mendisrupsi seluruh aspek kehidupan sehingga perlu merespons dengan menyusun rencana strategis ke depan. “Disrupsi yang disebabkan pandemi, teknologi informasi dan bioteknologi adalah tantangan ke depan yang industri kesehatan hadapi. Setiap tantangan the best way untuk menghadapinya adalah to embrace them karena itulah perubahan lanjutnya,” ujarnya saat membuka acara Rakornas KKI di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City (30/3/21).
Ketua KKI, Putu Moda Arsana, mengatakan KKI mempunyai strategi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya yaitu komunikasi, kolaborasi dan integrasi di antara KKI dengan seluruh stakeholders. Komunikasi yang baik, kemampuan bekerja sama dan saling mendukung dalam menjalankan semua tugas mulai dari pendidikan, registrasi hingga pembinaan jelasnya “Menghadapi perubahan diperlukan cara pikir yang adaptif, antisipatif, kreatif, inovatif sehingga mampu memecahkan masalah yang ada,” kata Putu.
Sebagai wujud nyata kolaborasi dilakukan penandatanganan nota kesepakatan antara KKI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentang pemanfaatan data Surat Izin Praktik (SIP) dan Surat Tanda Registrasi (STR) dokter & dokter gigi dalam rangka percepatan pelayanan publik. Selain itu, dalam waktu dekat juga akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman terkait pemanfaatan data secara interoperabilitas dengan kementerian lain dan pemerintah provinsi/kabupaten/kota serta stakeholder lainnya.
Hal itu disampaikan Ketua Konsil Kedokteran Gigi sekaligus ketua panitia penyelenggara Rapat Koordinasi Nasional Melanie Hendriaty Sadono. Rakornas yang mengangkat tema “Optimalisasi Peran KKI Dalam Era Disrupsi Global” ini bertujuan agar tercipta kolaborasi, komunikasi dan integritas antar pemangku kepentingan guna terwujudnya perlindungan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan (Patient Safety).Baca juga: Urgensi Konsil Kedokteran Indonesia di Era Globalisasi
Acara yang digelar pada 29 - 31 Maret ini diharapkan dapat tersusunnya konsep sinergitas KKI dengan pemangku kepentingan di bidang kedokteran dalam meningkatkan dan mempertahankan mutu pelayanan medis untuk perlindungan masyarakat; menghasilkan rekomendasi di antara para pemangku kepentingan dalam menghadapi era disrupsi untuk menghasilkan luaran optimal dalam melayani kesehatan masyarakat; mampu menjawab tantangan perubahan dalam bidang Kesehatan dari hulu hilirnya; KKI mampu mengikuti tantangan perubahan Industry Revolution 4.0 in health system; proposal program masing-masing divisi 2021 - 2022.
Dalam acara tersebut, KKI mengundang Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, sebagai keynote speaker sekaligus membuka acara dengan resmi. Menurut Budi, pandemi mendisrupsi seluruh aspek kehidupan sehingga perlu merespons dengan menyusun rencana strategis ke depan. “Disrupsi yang disebabkan pandemi, teknologi informasi dan bioteknologi adalah tantangan ke depan yang industri kesehatan hadapi. Setiap tantangan the best way untuk menghadapinya adalah to embrace them karena itulah perubahan lanjutnya,” ujarnya saat membuka acara Rakornas KKI di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City (30/3/21).
Ketua KKI, Putu Moda Arsana, mengatakan KKI mempunyai strategi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya yaitu komunikasi, kolaborasi dan integrasi di antara KKI dengan seluruh stakeholders. Komunikasi yang baik, kemampuan bekerja sama dan saling mendukung dalam menjalankan semua tugas mulai dari pendidikan, registrasi hingga pembinaan jelasnya “Menghadapi perubahan diperlukan cara pikir yang adaptif, antisipatif, kreatif, inovatif sehingga mampu memecahkan masalah yang ada,” kata Putu.
Sebagai wujud nyata kolaborasi dilakukan penandatanganan nota kesepakatan antara KKI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentang pemanfaatan data Surat Izin Praktik (SIP) dan Surat Tanda Registrasi (STR) dokter & dokter gigi dalam rangka percepatan pelayanan publik. Selain itu, dalam waktu dekat juga akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman terkait pemanfaatan data secara interoperabilitas dengan kementerian lain dan pemerintah provinsi/kabupaten/kota serta stakeholder lainnya.
Lihat Juga :