Harapan untuk Menkes Budi Gunadi Sadikin
Selasa, 22 Oktober 2024 - 07:25 WIB
loading...
Tulus Abadi. Foto/Istimewa
A
A
A
Tulus Abadi
Pengamat
Pegiat Perlindungan Konsumen dan Pengamat Kebijakan Publik, Pengurus Harian YLKI
PRESIDEN Prabowo Subianto saja dilantik oleh MPR RI, sebagai presiden ke-8 bagi bangsa dan rakyat Indonesia. Dalam hitungan jam, yakni 11 jam kemudian, Presiden Prabowo pun langsung tancap gas, dengan mengumumkan anggota kabinetnya, dengan komposisi 7 (tujuh) Menko, 48 menteri, 56 orang wakil menteri, plus 5 (lima) pejabat setingkat menteri. Komposisi personel menteri, wakil menteri, dan pejabat setingkat menteri itu, beberapa hari belakangan sudah mengemuka ke ranah publik.
Salah satu person yang dilantik sebagai menteri adalah Budi Gunadi Sadikin (BGS), sebagai Menteri Kesehatan. Posisi yang sudah diembannya sejak pandemi Covid-19, menggantikan Terawan Agus Putranto. Kendati seorang ekonom (bankir), sepertinya Menkes BGS ini mengerti dan berpihak pada isu kesehatan publik. Terbukti beliau cukup gigih dalam mengawal proses pembahasan dan pengesahan PP Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan. Tetapi bukan berarti hal itu sudah selesai. Menkes BGS dihadapkan pada tantangan penolakan oleh sekelompok masyarakat yang menolak keberadaan PP Nomor 28/2024 tersebut, baik dari kalangan pekerja/buruh, industri makanan/minuman, dan atau petani tembakau.
Setidaknya hal itu yang tercetus pada aksi demonstrasi oleh sekelompok pekerja pada sektor makanan, minuman, dan tembakau, pada Rabu (9/10/2024). Mereka meminta agar PP Nomor 28/2024 dibatalkan, dan pembahasan RPMK dihentikan. Kedua produk regulasi itu diklaim mengancam eksistensi bisnis makanan, minuman dan tembakau; dan endingnya akan menyebabkan PHK massal. Sebuah klaim yang secara faktual tidak pernah terbukti.
Baca Juga: Kabinet Merah Putih, Nama Kabinet Prabowo-Gibran
Pengamat
Pegiat Perlindungan Konsumen dan Pengamat Kebijakan Publik, Pengurus Harian YLKI
PRESIDEN Prabowo Subianto saja dilantik oleh MPR RI, sebagai presiden ke-8 bagi bangsa dan rakyat Indonesia. Dalam hitungan jam, yakni 11 jam kemudian, Presiden Prabowo pun langsung tancap gas, dengan mengumumkan anggota kabinetnya, dengan komposisi 7 (tujuh) Menko, 48 menteri, 56 orang wakil menteri, plus 5 (lima) pejabat setingkat menteri. Komposisi personel menteri, wakil menteri, dan pejabat setingkat menteri itu, beberapa hari belakangan sudah mengemuka ke ranah publik.
Salah satu person yang dilantik sebagai menteri adalah Budi Gunadi Sadikin (BGS), sebagai Menteri Kesehatan. Posisi yang sudah diembannya sejak pandemi Covid-19, menggantikan Terawan Agus Putranto. Kendati seorang ekonom (bankir), sepertinya Menkes BGS ini mengerti dan berpihak pada isu kesehatan publik. Terbukti beliau cukup gigih dalam mengawal proses pembahasan dan pengesahan PP Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan. Tetapi bukan berarti hal itu sudah selesai. Menkes BGS dihadapkan pada tantangan penolakan oleh sekelompok masyarakat yang menolak keberadaan PP Nomor 28/2024 tersebut, baik dari kalangan pekerja/buruh, industri makanan/minuman, dan atau petani tembakau.
Setidaknya hal itu yang tercetus pada aksi demonstrasi oleh sekelompok pekerja pada sektor makanan, minuman, dan tembakau, pada Rabu (9/10/2024). Mereka meminta agar PP Nomor 28/2024 dibatalkan, dan pembahasan RPMK dihentikan. Kedua produk regulasi itu diklaim mengancam eksistensi bisnis makanan, minuman dan tembakau; dan endingnya akan menyebabkan PHK massal. Sebuah klaim yang secara faktual tidak pernah terbukti.
Baca Juga: Kabinet Merah Putih, Nama Kabinet Prabowo-Gibran
Lihat Juga :