Diplomasi Forum Demokrasi Bali
Kamis, 10 Desember 2020 - 05:10 WIB
Karenanya, kita menerima berbagai penghargaan internasional dan percaya diri menyebut diri sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Dalam kaitan dengan Islam, kita juga bangga menyebut diri sebagai negara muslim moderat dan demokratis di mana Islam dan demokrasi bisa berjalan kompatibel. Beberapa negara berpenduduk muslim Timur Tengah juga belajar kepada kita
Keempat, ia juga memberi banyak peluang dan dampak positif ikutan. Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar misalnya menyebut bahwa Kemlu berupaya membantu pemulihan ekonomi pariwisata Bali melalui BDF. Selain itu, di sela-sela pertemuan BDF biasanya juga dilakukan pertemuan bilateral dengan beberapa negara sahabat. Tahun 2019 lalu, Menlu Retno P Marsudi mengadakan pertemuan dengan Fiji, Selandia Baru, Singapura, Kenya, Namibia, Kepulauan Solomon, dan Australia. Pertemuan semacam ini sering menjadi lobi berharga bagi kepentingan nasional Indonesia.
Kelima, forum juga bermanfaat sebagai proses belajar dan perluasan partisipasi. Tidak sekadar delegasi mancanegara, sejak lama forum melibatkan elemen masyarakat madani dan media seperti kelompok perempuan, pemuda, masyarakat madani, dan komunitas bisnis untuk turut berpartisipasi dalam membangun pemahaman demokrasi. Hal itu misalnya terlihat dalam Bali Civil Society and Media Forum (BCSMF) pada 19-21 Oktober 2020 sebagai rangkaian Road to BDF 2020. Pada pernyataan pers BDF 2019 lalu, Menlu juga menekankan perlunya penguatan demokrasi melalui proses belajar dan membangun kolaborasi yang kuat sesama negara demokrasi serta mendorong partisipasi aktif dari berbagai lapisan masyarakat.
Sebagai forum tahunan, BDF memiliki makna penting secara domestik dan internasional. Kita berharap kesuksesan penyelenggaraan BDF 2020 dan menanti dampak positifnya agar kepentingan nasional kita tetap bisa diraih meski di masa pandemi.
Keempat, ia juga memberi banyak peluang dan dampak positif ikutan. Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar misalnya menyebut bahwa Kemlu berupaya membantu pemulihan ekonomi pariwisata Bali melalui BDF. Selain itu, di sela-sela pertemuan BDF biasanya juga dilakukan pertemuan bilateral dengan beberapa negara sahabat. Tahun 2019 lalu, Menlu Retno P Marsudi mengadakan pertemuan dengan Fiji, Selandia Baru, Singapura, Kenya, Namibia, Kepulauan Solomon, dan Australia. Pertemuan semacam ini sering menjadi lobi berharga bagi kepentingan nasional Indonesia.
Kelima, forum juga bermanfaat sebagai proses belajar dan perluasan partisipasi. Tidak sekadar delegasi mancanegara, sejak lama forum melibatkan elemen masyarakat madani dan media seperti kelompok perempuan, pemuda, masyarakat madani, dan komunitas bisnis untuk turut berpartisipasi dalam membangun pemahaman demokrasi. Hal itu misalnya terlihat dalam Bali Civil Society and Media Forum (BCSMF) pada 19-21 Oktober 2020 sebagai rangkaian Road to BDF 2020. Pada pernyataan pers BDF 2019 lalu, Menlu juga menekankan perlunya penguatan demokrasi melalui proses belajar dan membangun kolaborasi yang kuat sesama negara demokrasi serta mendorong partisipasi aktif dari berbagai lapisan masyarakat.
Sebagai forum tahunan, BDF memiliki makna penting secara domestik dan internasional. Kita berharap kesuksesan penyelenggaraan BDF 2020 dan menanti dampak positifnya agar kepentingan nasional kita tetap bisa diraih meski di masa pandemi.
(bmm)
Lihat Juga :