Diplomasi Forum Demokrasi Bali

Kamis, 10 Desember 2020 - 05:10 WIB
Andi Purwono
Andi Purwono

Dosen Hubungan Internasional FISIP dan Wakil Rektor III Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang



INDONESIA kembali akan menyelenggarakan Bali Democracy Forum (BDF) pada 10 Desember 2020. BDF ke-13 ini mengusung tema “Demokrasi dan Pandemi: Tantangan dari Pengalaman Covid-19". Beberapa isu utama yang akan dibahas yakni respons negara terhadap pandemi, upaya pemulihan, dan bagaimana membangun ketahanan masyarakat pascapandemi dalam kerangka demokrasi. Meski di masa pandemi, mengapa Indonesia terus berdiplomasi melalui Forum Demokrasi Bali ini?

Para ilmuwan hubungan internasional menyebut bahwa diplomasi memiliki dua makna penting, yaitu proses komunikasi dan representasi (Christer J Nsson: 2013: 439). Dengan perspektif itu, maka beberapa arti penting BDF bisa disebut. Pertama, sebagai proses komunikasi, BDF menjadi media bertukar informasi dan pengalaman tentang pengaruh pandemi terhadap praktik demokrasi.

Sejak digelar pertama kali pada 10-11 Desember 2008, BDF fokus pada pengembangan arsitektur demokrasi yang progresif di kawasan Asia Pasifik melalui proses diskusi antarnegara, berbagi pengalaman, dan best practices. Karenanya, dari BDF 2020 akan bisa diketahui pergeseran kecenderungan publik terhadap tata kelola pemerintahan akibat pandemi dan bagaimana solusi tentang masa depan demokrasi di era krisis global. Termasuk juga menarik diketahui apakah e-democracy atau demokrasi digital menjadi pilihan yang tidak terhindarkan ke depan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!