Indonesia Masuk BoP, GIF: Langkah Strategis sekaligus Mengandung Risiko

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:40 WIB
loading...
Indonesia Masuk BoP,...
Global Insight Forum (GIF) menggelar webinar nasional bertajuk Di Balik Narasi Perdamaian: Apa Makna Board of Peace bagi Posisi Geopolitik Indonesia? Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Global Insight Forum (GIF) menilai keputusan Indonesia bergabung sebagai anggota awal Board of Peace (BoP) merupakan langkah geopolitik strategis yang membuka peluang diplomasi global, namun sekaligus mengandung risiko struktural dalam dinamika kekuatan besar. Penilaian tersebut mengemuka dalam webinar nasional bertajuk “Di Balik Narasi Perdamaian: Apa Makna Board of Peace bagi Posisi Geopolitik Indonesia?”.

Seminar diselenggarakan secara daring dan diikuti ratusan peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, peneliti, serta pemerhati hubungan internasional . Webinar ini menghadirkan Direktur Eksekutif GIF Teuku Rezasyah sebagai keynote speaker dan para pemateri Chandra Purnama (Senior Fellow GIF), Faisal Nurdin Idris (Senior Fellow GIF), dan Innayathul Fitrie (Peneliti Kebijakan dan Hubungan Internasional). Baca juga: 16 Ormas Islam Setuju Indonesia Gabung BoP untuk Kemerdekaan Palestina

Direktur Eksekutif GIF, Teuku Rezasyah, menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam BoP membawa mandat diplomasi kritis, khususnya dalam memperjuangkan isu Palestina di forum internasional. Namun, ia mengingatkan adanya risiko dominasi Amerika Serikat dan Israel dalam struktur BoP. Terlebih keduanya bergabung sehari sebelum Indonesia.

“Indonesia harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam dinamika kekuasaan yang tidak sepenuhnya transparan. Jika kepentingan nasional dan idealisme diabaikan, Indonesia memiliki kredibilitas untuk mengambil sikap tegas,” katanya, Sabtu (14/2/2026).

Sementara itu, Chandra Purnama menyoroti problem struktural BoP sebagai institusi multilateralisme baru yang dinilai selektif dan sarat dominasi kekuasaan. Keanggotaan yang terbatas serta indikasi konsentrasi pengaruh pada aktor tertentu berpotensi menggeser tatanan hukum internasional menuju pola berbasis hegemoni. “Indonesia sebagai middle power harus mengembangkan otonomi strategis dan memimpin koalisi Global South untuk menjaga multilateralisme berbasis hukum internasional,” ujarnya.

Dari perspektif realisme politik, Faisal Nurdin Idris menjelaskan keputusan Indonesia mencerminkan kalkulasi kepentingan nasional dan stabilitas regional. Indonesia diproyeksikan akan berkontribusi signifikan dalam misi perdamaian, termasuk pengiriman sekitar 8.000 pasukan dari total 20.000 mandat di Gaza.

“Dalam logika realisme, negara bertindak untuk menjaga kepentingannya. Namun Indonesia tidak boleh sekadar mengikuti arus kekuatan besar, melainkan harus memanfaatkan posisi middle power secara strategis,” tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Macron Puji Prabowo...
Macron Puji Prabowo Punya Sikap Tegas dan Berani Dukung Kemerdekaan Palestina
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Rekomendasi
Ola Elannor Tuangkan...
Ola Elannor Tuangkan Proses Berdamai dengan Kehilangan Lewat Dewasa Tanpamu
Rahasia Benda Misterius...
Rahasia Benda Misterius Mas Den Mulai Terbongkar, Penerawangan Ki Atmo dan Tim Bikin Merinding
Hadirkan Direktur Kemenkes...
Hadirkan Direktur Kemenkes RI, FK Unair Cetak Multi-Star Doctor Komunikatif
Berita Terkini
KPK Duga Rumah Jampidsus...
KPK Duga Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Atas Nama Orang Lain
Sekolah Garuda, Asa...
Sekolah Garuda, Asa bagi Anak Cerdas Kurang Mampu Raih Masa Depan
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditangkap KPK, PDIP Dukung Proses Hukum Berkeadilan
Prabowo: Banyak yang...
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling
Prabowo Minta Aparat...
Prabowo Minta Aparat Introspeksi Diri: Rakyat Tak Ingin Korupsi Dibiarkan!
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved