Mendagri Tegaskan Pilkada Bisa Bangkitkan Ekonomi
Jum'at, 25 September 2020 - 17:02 WIB
Mendagri Tegaskan Pilkada Bisa Bangkitkan Ekonomi
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri ( Mendagri ) Tito Karnavian mengatakan bahwa pelaksanaan pilkada bisa termasuk dalam program padat karya. Pasalnya, pilkada yang memiliki banyak tahapan dapat menjadi stimulus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Berdasarkan data dari Kemendagri, jumlah anggaran pemda saat ini adalah, KPU hampir 99%, Bawaslu sudah mencapai hampir 98%, dan aparat keamanan 61,90% . Total anggaran yang terkumpul hampir sebesar Rp15 triliun. Selain itu, anggaran yang berasal dari APBN sebesar kurang lebih Rp4,2 triliun. (Baca juga: Rekor Baru Lagi, Sehari 4.823 Orang Positif Corona)
“Sebagian besar atau 60% anggaran itu digunakan untuk para penyelenggara, artinya program padat karya terjadi, 20 % itu untuk alat pilkada. Kemudian 20% sisanya untuk pelindung dari Covid-19, itu untuk para petugas penyelenggara, pengamanan, maupun untuk para pemilih di TPS nanti, jadi ini sebetulnya bisa membangkitkan ekonomi,” kata Tito dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/9/2020). (Baca juga: Mendagri Ingatkan PJs Kepala Daerah Tak Bisa Buat Kebijakan Strategis)
Namun begitu, dia mengingatkan agar semua pihak tetap berkontribusi dalam menyukseskan tahapan kampanye mendatang yang aman Covid-19. Kampanye akan dimulai pada Sabtu, 26 September 2020 sampai 5 Desember 2020 atau 71 hari ke depan.
Berdasarkan data dari Kemendagri, jumlah anggaran pemda saat ini adalah, KPU hampir 99%, Bawaslu sudah mencapai hampir 98%, dan aparat keamanan 61,90% . Total anggaran yang terkumpul hampir sebesar Rp15 triliun. Selain itu, anggaran yang berasal dari APBN sebesar kurang lebih Rp4,2 triliun. (Baca juga: Rekor Baru Lagi, Sehari 4.823 Orang Positif Corona)
“Sebagian besar atau 60% anggaran itu digunakan untuk para penyelenggara, artinya program padat karya terjadi, 20 % itu untuk alat pilkada. Kemudian 20% sisanya untuk pelindung dari Covid-19, itu untuk para petugas penyelenggara, pengamanan, maupun untuk para pemilih di TPS nanti, jadi ini sebetulnya bisa membangkitkan ekonomi,” kata Tito dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/9/2020). (Baca juga: Mendagri Ingatkan PJs Kepala Daerah Tak Bisa Buat Kebijakan Strategis)
Namun begitu, dia mengingatkan agar semua pihak tetap berkontribusi dalam menyukseskan tahapan kampanye mendatang yang aman Covid-19. Kampanye akan dimulai pada Sabtu, 26 September 2020 sampai 5 Desember 2020 atau 71 hari ke depan.
Lihat Juga :