Status Baru, Tantangan Lama

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:45 WIB
Target pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 11–13 persen pada 2026 guna menopang sektor manufaktur dan pertanian. Di sisi lain, pemerintah menargetkan inflasi tetap terkendali pada kisaran 2,5 persen ± 1 persen untuk menjaga konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari 50 persen terhadap PDB (BPS, 2025).

Langkah digitalisasi perpajakan melalui implementasi Coretax System juga menjadi bagian dari strategi ekstensifikasi pajak. Target rasio pajak diproyeksikan meningkat menuju 12,3 persen PDB pada 2026. Meski belum ideal, arah kebijakan ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya memperluas basis fiskal.

Tak kalah penting, insentif super tax deduction hingga 300 persen bagi perusahaan yang melakukan penelitian dan pengembangan (R&D) menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin mendorong ekonomi berbasis inovasi. Transformasi dari eksportir bahan mentah menjadi produsen bernilai tambah tinggi merupakan prasyarat mutlak untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah.

Indonesia Emas: Keniscayaan atau Ilusi?



Visi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan politik. Namun, ia mensyaratkan konsistensi reformasi struktural dalam satu dekade ke depan. Hilirisasi tidak boleh berhenti pada sektor tambang, melainkan diperluas ke agroindustri, perikanan, dan manufaktur berbasis teknologi. Skema link and match pendidikan dan industri harus nyata, bukan seremoni.

Indonesia memiliki semua prasyarat dasar: sumber daya alam melimpah, pasar domestik besar, dan populasi usia produktif yang dominan. Namun modalitas tanpa disiplin kebijakan hanya akan menghasilkan pertumbuhan rata-rata yang stagnan.

Status upper middle income adalah peluang sekaligus ujian. Jika reformasi produktivitas, formalisasi tenaga kerja, dan inovasi industri dijalankan secara konsisten, maka lompatan menuju negara maju bukan utopia. Sebaliknya, jika kita terlena pada angka GNI per kapita semata, status ini bisa berubah menjadi jerat permanen.

Pilihan di tangan kita: menembus tembok atau sekadar mengecatnya dengan retorika?
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!