Penguatan SPPG Kunci Sukses MBG
Senin, 20 Oktober 2025 - 18:06 WIB
BGN sendiri mengakui bahwa diantara SPPG yang baru beroperasi, belum memiliki pengalaman memasak dalam skala besar. Hal ini menyebabkan kesalahan dalam proses memasak, seperti makanan yang kurang matang atau tidak higienis.
Penguatan SPPG
Program MBG bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia untuk mencapai Indonesia emas di tahun 2045. Berbagai permasalahan yang dihadapi harus segera dicarikan solusinya agar tujuan kebijakan ini bisa berdampak nyata. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar tujuan program MBG bisa tercapai.
Pertama, pengawasan secara ketat terhadap SPPG yang beroperasi. Proses ini dimulai dari pengawasan terhadap bahan baku makanan, penyimpanan, pengolahan menjadi MBG, proses pengemasan hingga distribusinya. Setiap tahap harus dipastikan agar proses tersebut dilakukan sesuai standar.
Kedua, membuat standar kapasitas SPPG sebagai acuan dalam mendirikan SPPG baru. SPPG yang dibentuk memiliki kapasitas yang berbeda-beda, tergantung lokasi tempat SPPG dibangun. Perlu adanya acuan standar kapasitas minimal yang harus dimiliki oleh sebuah SPPG ketika beroperasi. Hal ini untuk menjamin kelayakan MBG yang dihasilkan dan memenuhi standar kecukupan gizi yang dipersyaratkan.
Ketiga, memperkuat kapasitas SPPG. Penguatan ini lakukan pada sejumlah SPPG yang telah beroperasi agar memiliki kapasitas standar. Pengembangan kapasitas dilakukan terhadap SDM pengelola SPPG. Selain itu, perlu dilakukan juga penguatan infrastruktur SPPG agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan efisien, higienis, aman, dan berkelanjutan.
Program MBG bertujuan membentuk generasi sehat dan cerdas. Tanpa adanya upaya untuk optimalisasi SPPG, program ini justru dapat berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan pemborosan anggaran. Melalui pengawasan terhadap SPPG secara ketat, penyusunan standar kapasitas SPPG dan penguatan SPPG yang ada, MBG dapat menjadi program unggulan nasional yang berkelanjutan, dan berdampak nyata.
Penguatan SPPG
Program MBG bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia untuk mencapai Indonesia emas di tahun 2045. Berbagai permasalahan yang dihadapi harus segera dicarikan solusinya agar tujuan kebijakan ini bisa berdampak nyata. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar tujuan program MBG bisa tercapai.
Pertama, pengawasan secara ketat terhadap SPPG yang beroperasi. Proses ini dimulai dari pengawasan terhadap bahan baku makanan, penyimpanan, pengolahan menjadi MBG, proses pengemasan hingga distribusinya. Setiap tahap harus dipastikan agar proses tersebut dilakukan sesuai standar.
Kedua, membuat standar kapasitas SPPG sebagai acuan dalam mendirikan SPPG baru. SPPG yang dibentuk memiliki kapasitas yang berbeda-beda, tergantung lokasi tempat SPPG dibangun. Perlu adanya acuan standar kapasitas minimal yang harus dimiliki oleh sebuah SPPG ketika beroperasi. Hal ini untuk menjamin kelayakan MBG yang dihasilkan dan memenuhi standar kecukupan gizi yang dipersyaratkan.
Ketiga, memperkuat kapasitas SPPG. Penguatan ini lakukan pada sejumlah SPPG yang telah beroperasi agar memiliki kapasitas standar. Pengembangan kapasitas dilakukan terhadap SDM pengelola SPPG. Selain itu, perlu dilakukan juga penguatan infrastruktur SPPG agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan efisien, higienis, aman, dan berkelanjutan.
Program MBG bertujuan membentuk generasi sehat dan cerdas. Tanpa adanya upaya untuk optimalisasi SPPG, program ini justru dapat berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan pemborosan anggaran. Melalui pengawasan terhadap SPPG secara ketat, penyusunan standar kapasitas SPPG dan penguatan SPPG yang ada, MBG dapat menjadi program unggulan nasional yang berkelanjutan, dan berdampak nyata.
(poe)
Lihat Juga :