Idealnya Para Menteri Merangkap sebagai 'Buzzer Resmi'
Senin, 24 Agustus 2020 - 07:34 WIB
"Dari merekalah (para menteri) prestasi pemerintah mengemuka. Sehingga tidak diperlukan lagi manipulasi informasi dari pekerja propaganda," tutur dia.
Lebih lanjut Dedi mengatakan, citra yang dibangun oleh pendengung tidak akan bertahan lama dan berisiko hilangnya kepercayaan publik pada pemerintah saat aktivitas buzzering ini diketahui masyarakat luas.
(Baca juga: Bayar Buzzer-Influencer Rp90 Miliar, PKS: Prioritas Anggaran Pemerintah Lemah ).
Menurutnya, risiko ini sangat besar. Sebab, saat itu tiba kebenaran dan kepalsuan tidak akan bisa dibedakan. "Anggaran sebesar itu akan lebih baik jika diperuntukkan untuk program produktif, terlebih kondisi negara sedang sulit," pungkas dia.
Lebih lanjut Dedi mengatakan, citra yang dibangun oleh pendengung tidak akan bertahan lama dan berisiko hilangnya kepercayaan publik pada pemerintah saat aktivitas buzzering ini diketahui masyarakat luas.
(Baca juga: Bayar Buzzer-Influencer Rp90 Miliar, PKS: Prioritas Anggaran Pemerintah Lemah ).
Menurutnya, risiko ini sangat besar. Sebab, saat itu tiba kebenaran dan kepalsuan tidak akan bisa dibedakan. "Anggaran sebesar itu akan lebih baik jika diperuntukkan untuk program produktif, terlebih kondisi negara sedang sulit," pungkas dia.
(zik)
Lihat Juga :