Idealnya Para Menteri Merangkap sebagai 'Buzzer Resmi'

Senin, 24 Agustus 2020 - 07:34 WIB
loading...
Idealnya Para Menteri...
Menteri Kabinet Indonesia Maju. Foto/Dok SINDO
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menganggap, secara etis isu mengenai adanya influencer atau buzzer yang dibayar dengan anggaran negara sangat mengkhawatirkan. Ia menilai, tak seharusnya ada 'pendengung' atau influencer dalam komunikasi pemerintahan.

"Pemerintah akan sulit membangun reputasi jika terkena candu pujian melalui pendengung," kata Dedi saat dihubungi SINDOnews, Senin (24/8/2020).

Sebaliknya, menurut Dedi, jika benar pemerintah telah bekerja dengan baik, anggaran sebesar itu tidak akan terpakai sepeser pun untuk membayar influencer. Dalam hal ini, Dedi mengatakan, idealnya para menteri dalam struktur pemerintah secara otomatis merangkap sebagai 'buzzer resmi', yang mendengungkan capaian kinerja yang baik

(Baca juga: Hatta: Sangat Rugi Membiayai Mereka yang Maju Tak Gentar Membela yang Bayar ).

"Dari merekalah (para menteri) prestasi pemerintah mengemuka. Sehingga tidak diperlukan lagi manipulasi informasi dari pekerja propaganda," tutur dia.

Lebih lanjut Dedi mengatakan, citra yang dibangun oleh pendengung tidak akan bertahan lama dan berisiko hilangnya kepercayaan publik pada pemerintah saat aktivitas buzzering ini diketahui masyarakat luas.

(Baca juga: Bayar Buzzer-Influencer Rp90 Miliar, PKS: Prioritas Anggaran Pemerintah Lemah ).

Menurutnya, risiko ini sangat besar. Sebab, saat itu tiba kebenaran dan kepalsuan tidak akan bisa dibedakan. "Anggaran sebesar itu akan lebih baik jika diperuntukkan untuk program produktif, terlebih kondisi negara sedang sulit," pungkas dia.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Hijrah Digital...
Fenomena Hijrah Digital dan Influencer Agama Harus Diiringi Kedalaman Ilmu
Opini Influencer yang...
Opini Influencer yang Tidak Kompeten Dinilai Berbahaya bagi Penegakan Hukum
Influencer Ferry Irwandi...
Influencer Ferry Irwandi Kritik Kejagung, Pakar Hukum: Ada Potensi Membuat Sesat Pikir
Marcella Santoso Dituntut...
Marcella Santoso Dituntut 17 Tahun, FSPI: Ungkap Aliran Dana Buzzer
Istana Minta Polisi...
Istana Minta Polisi Investigasi Teror ke Influencer yang Kritik Pemerintah
Sejumlah Influencer...
Sejumlah Influencer Diteror, Prabowo Prihatin
Awkarin Mangkir dari...
Awkarin Mangkir dari Panggilan Polisi Terkait Kasus Hanania Travel, Ini Penjelasan Polisi
Bantah Nikmati Uang...
Bantah Nikmati Uang Jemaah Hanania, Keanu AGL Serahkan Rekening Koran ke Polisi
Keanu Agl Diperiksa...
Keanu Agl Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Bantah Terima Uang Miliaran Rupiah
Rekomendasi
Pasar Modal Dapat Sentimen...
Pasar Modal Dapat Sentimen Positif, BRI Siap Melaju dengan Fundamental Kuat
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
EJAE Curi Perhatian...
EJAE Curi Perhatian di Pembukaan Piala Dunia 2026, Bawakan Lagu Resmi FIFA dalam Bahasa Korea
Berita Terkini
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved