PA 212: Kami Tak Ingin Lagi Negara Paksakan Tafsir Tunggal Pancasila

Sabtu, 18 Juli 2020 - 10:33 WIB
Ilustrasi: SINDOnews/tyud
JAKARTA - Ketua Presidisum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Maarif menegaskan tetap akan memantau perkembangan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di DPR. Sebab sampai saat ini RUU HIP masih masuk dalam daftar prolegnas 2020 kendati telah ada draf baru yang disodorkan pemerintah dengan judul RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

”Kami bisa memaklumi bahwa untuk mencabut RUU membutuhkan waktu, ada mekanismenya. Mungkin di masa sidang yang akan datang. Kami akan terus mengawal,” ujar Slamet saat diwawancarai Refly Harun dalam video youtube yang diunggah, Jumat (17/7/2020) malam.



(Baca: Ketum PA 212: Kami Minta RUU HIP Dicabut Bukan Ditunda Apalagi Diganti Judul)

Sementara soal RUU BPIP, Slamet mengaku belum bisa memberikan penilaian karena belum membaca drafnya. PA akan mengkaji dalam begitu memperoleh draf RUU BPIP. ”Tapi masyarakat kan pasti ingat bahwa kepala BPIP mengatakan bahwa musuh terbesar Pancasila adalah agama,” kata Slamet.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!