Perppu Pilkada, Ujian Eksistensi KMP

Kamis, 11 Desember 2014 - 03:16 WIB
Perppu Pilkada, Ujian...
Perppu Pilkada, Ujian Eksistensi KMP
A A A
JAKARTA - Dukungan atas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1/2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dinilai akan menjadi ujian bagi eksistensi Koalisi Merah Putih (KMP) di parlemen.

Pasalnya, dukungan terhadap Perppu Pilkada ini menimbulkan kebimbangan di masing-masing-masing fraksi di KMP.

"Satu sikap terhadap Perppu menjadi sangat penting. Jika tidak satu sikap maka tak menutup kemungkinan ini menjadi akhir dari eksistensi KMP," kata pengamat politik dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Idil Akbar saat dihubungi wartawan Rabu 10 Desember kemarin.

Idil menjelaskan, setelah sebelumnya sejumlah fraksi seperti Partai Golkar, PKS, dan Partai Gerindra memberikan sinyal untuk menolak Perppu yang dikeluarkan oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kini mereka berbalik arah mendukung Perppu.

Terlebih, sambungnya, dalam memperjuangkan Perppu Pilkada ini, Demokrat tidak sendiri, tapi ada PAN dan juga Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang selama ini mendambakan bergabungnya fraksi-fraksi KMP untuk mendukung pemerintahan.

Sehingga, soliditas KMP dalam Perppu Pilkada jadi ujian. Selain itu, menurut Idil, upaya untuk menggembosi KMP masih terus dilakukan oleh pihak-pihak tertentu, dan dengan berbagai cara, mulai dari intervensi politik dari para menteri Jokowi, hingga memecah belah parpol.

KMP masih menjadi kekuatan tersendiri sehingga, kekuatan parpol di dalamnya masih terus digerogoti."Sejauh mana KMP bertahan akan sangat bergantung pada soliditas parpol yang ada di dalamnya," terang Idil.

Oleh karena itu, Idil menilai, tepat jika parpol di KMP sudah mulai satu suara dalam mendukung Perppu Pilkada ini.

Karena, selain KMP beresiko kehilangan dukungan Demokrat dan PAN, KMP juga akan rugi secara politik lantaran dicap buruk oleh publik dengan tidak mendukung pilkada langsung.

Ketua DPP Partai Golkar, Nurul Arifin menegaskan, keputusan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB/Ical) untuk mendukung Perppu Pilkada bukanlah karena ketakutan akan ditinggal oleh KMP. Tapi dilandaskan atas etika politik.

"Secara psikologis, emosional, dan ideologis kita paham itu (kesepakatan KMP-Demokrat) ditulis dalam nota kesepahaman," kata Nurul kepada wartawan di Gedung DPR.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS Fahri Hamzah mengatakan, PKS akan mengikuti apa yang menjadi keputusan KMP.

Meskipun saat ini belum ada pembahasan dan kajian mengenai Perppi Pilkada, PKS akan merujuk hasil rapat bersama KMP. "Belum, tapi jelas PKS akan bersama KMP," kata Wakil Ketua DPR itu kepada wartawan.
(whb)
Berita Terkait
Perludem Sebut Kerangka...
Perludem Sebut Kerangka Hukum Pilkada 2024 Potensi Bermasalah
PKB Tolak Revisi UU...
PKB Tolak Revisi UU Pilkada karena Belum Dijalankan 100 Persen
Pernah Ngotot Gelar...
Pernah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Dinilai Amnesia Tolak Revisi UU Pemilu
Demonstrasi Tolak Revisi...
Demonstrasi Tolak Revisi UU Pilkada di Malang Ricuh, 2 Polisi dan 3 Jurnalis Terluka
DPR Bakal Sahkan Revisi...
DPR Bakal Sahkan Revisi UU Pilkada Jadi UU Hari Ini
Aksi Ratusan Mahasiswa...
Aksi Ratusan Mahasiswa Tolak Revisi UU Pilkada di Palembang
Berita Terkini
Jadi Tuan Rumah MTQ...
Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI, Kota Semarang Siapkan Heritage Tour Religi
KPK Panggil Bos Maktour...
KPK Panggil Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur terkait Kasus Kuota Haji
Ruang Sidang Sempat...
Ruang Sidang Sempat Gelap Gulita saat Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi
Ini Pertimbangan Hakim...
Ini Pertimbangan Hakim Putuskan Polda Metro Lanjutkan Penyidikan Kasus Andrie Yunus
Nadiem Makarim Pakai...
Nadiem Makarim Pakai Jaket Ojol Jelang Sidang Pleidoi Kasus Chromebook
Pengadilan Negeri Jaksel...
Pengadilan Negeri Jaksel Kabulkan Sebagian Praperadilan Andrie Yunus
Infografis
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved