Waktu rekapitulasi suara tinggal beberapa jam, KPU tetap optimistis

Jum'at, 09 Mei 2014 - 14:25 WIB
Waktu rekapitulasi suara...
Waktu rekapitulasi suara tinggal beberapa jam, KPU tetap optimistis
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki waktu kurang dari 8 jam untuk menetapkan rekapitulasi suara nasional Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. KPU menargetkan untuk menetapkan hasil pileg pada Jumat (9/5/2014) hari ini pukul 19.30 WIB.

Meskipun waktunya terbilang sempit, KPU menyatakan tetap melakukan pencermatan terhadap data yang kurang lengkap bersama KPU provinsi, Badan Pengwas Pemilu (Bawaslu) dan saksi partai politik.

Dia menolak dianggap rapat pleno dan rekapitulasi dilakukan asal-asalan karena terdesak waktu. "Itu sudah dijawab dengan data-data yang disampaikan. Itu bisa jadi jawabannya sudah ada disana (provinsi)," ujar Ferry di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (9/5/2014).

Ferry mengatakan, semua proses rekapitulasi dilakukan dengan selalu mendengar sanggahan dari masing-masing perwakilan saksi partai politik. Oleh sebab itu, katanya, rekapitulasi menjadi molor karena banyaknya interupsi dari saksi.

"Kalau tidak ada yang sesuai kan bisa dipertanggungjawabkan. Kalaupun ada hasil rekap tidak sesuai pasti akan kami temukan secara substansinya," ungkapnya.

Dia optimistis KPU bakal merampungkan semua rekapitulasi nasional di 33 Provinsi. Saat ini KPU sudah menyelesaikan rekapitulasi suara sebanyak 26 provinsi, yakni Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Barat, Gorontalo, Bali, Kalimantan Tengah, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Aceh, Banten, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Lampung, Papua Barat, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Papua, Riau, Jawa Timur, Maluku, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tenggara.

Sementara 7 provinsi lainnya, seperti Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Bengkulu dan Maluku Utara, bakal dikebut sampai malam nanti.
(dam)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
Penanganan Perkara Jampidsus...
Penanganan Perkara Jampidsus Dialihkan dari Polri, Kejagung Terbitkan Tiga Sprindik
Soal Peralihan Penyidikan...
Soal Peralihan Penyidikan Jampidsus, Pakar: Diskresi demi Cegah Konflik Antarpenegak Hukum
Prabowo Sampaikan Belasungkawa...
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
Karier Febrie Tamat,...
Karier Febrie Tamat, Gus Lilur: Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat
PPATK Siap Bantu Lacak...
PPATK Siap Bantu Lacak Aliran Uang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Gandeng KPK Jadi Sinyal...
Gandeng KPK Jadi Sinyal Kuat Kejagung Usut Kasus Eks Jampidsus
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved