Job Security Vs Covid-19

Kamis, 09 April 2020 - 13:06 WIB
Job Security Vs Covid-19
Job Security Vs Covid-19
A A A
Dwi Putra Apri Setianugraha, MM
Konsultan, Jasa Pengembangan Organisasi PPM Manajemen

PERTENGAHAN Desember 2019, dunia dikejutkan dengan kemunculan virus Covid-19 atau virus corona. Mata dunia tertuju ke Wuhan, tempat virus ini disinyalir ada untuk pertama kali.

Aktivitas preventif dari Kota Wuhan telah tersebar ke seluruh dunia. Bagaimana mereka menutup jalan utama, bagaimana sekolah dan perkantoran dibatasi aktivitasnya, bagaimana kerumunan masyarakat dihindari, dan aktivitas lainnya yang semula berjalan seperti biasa kini mulai dibatasi.

Saat Desember 2019 terjadi kepanikan di Wuhan, Indonesia masih merayakan pergantian tahun baru 2020 dan disambut dengan naiknya permukaan air di beberapa wilayah Jakarta. Beberapa wilayah tidak bisa dilalui, beberapa warga di wilayah tertentu tidak bisa memenuhi kebutuhan nya, termasuk untuk berangkat kerja karena akses menuju transportasi umum maupun kantor masing-masing terputus oleh banjir.

Lantas apa yang menjadi persamaan keduanya? Banjir dan corona berimbas kepada para karyawan sebuah perusahan.

Employement Relationship, adalah relasi-relasi yang timbul antara perusahaan sebagai pemberi kerja dengan karyawan sebagai pelaksana pekerjaan. Dalam relasi yang dibuat antara perusahaan dengan karyawan terdapat suatu kontrak psikologis yang merupakan sebuah deskripsi dari apa yang menjadi ekspektasi karyawan terhadap perusahaan dan apa yang perusahaan berikan kepada karyawan sebagai timbal balik.

Kontrak psikologis ini mendeskripsikan beberapa hal yang tidak terdeskripsi dengan baik antara karyawan dengan perusahaan. Sebagai contoh adalah suasana kerja, kondisi lingkungan kerja, dan tentu yang menjadi sorotan saat ini adalah keamanan kerja (job security).

Job security sendiri dikutip dari laman business dictionary adalah suatu kepastian yang diterima oleh seorang karyawan terhadap keberlanjutan dirinya dalam bekerja di perusahaan tertentu yang dipengaruhi oleh preferensi individu dan juga kondisi ekonomi secara umum baik di negara tersebut maupun global.

Persepsi tersebut kemudian menimbulkan harapan dari seorang karyawan bahwa keberadaan pekerjaan dan dirinya akan selalu dinilai penting bagi dirinya maupun perusahaan, harapan terkait dengan insentif, karir, dan ekspektasi lain yang dideskripsikan oleh karyawan.

Covid-19 yang mulai merebak hingga organisasi kesehatan dunia WHO menyatakan bahwa ini sebagai pandemi mulai memberikan dampak juga terhadap job security setiap pekerjaan di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Melihat dari sudut pandang ketenagakerjaan, menjadi wajar jika saat ini aspek psikologis karyawan (dan juga perusahaan sebagai entitas bisnis) mulai dihinggapi kecemasan terkait dengan job security.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1060 seconds (10.101#12.26)