Corona dan Dinamika Politik Global

Jum'at, 03 April 2020 - 08:01 WIB
Corona dan Dinamika Politik Global
Corona dan Dinamika Politik Global
A A A
Ahmad Khoirul Umam
Managing Director Paramadina Public Policy Institute (PPPI)

SAAT ini, dunia menghadapi ketidakpastian masa depan akibat persebaran virus corona (Covid-19) yang telah mengancam keamanan transnasional dan meruntuhkan sistem keuangan global. Setelah sejumlah negara mengambil kebijakan lockdown dan penerbitan larangan perjalanan lintas negara, fondasi ekonomi dunia juga mulai terdampak cukup serius hingga berpotensi memunculkan resesi global.

Akibatnya, negara-negara dipaksa oleh keadaan untuk mampu memenuhi kebutuhan internalnya dan mengurangi level ketergantungan terhadap pasokan logistik dari negara lain (self-sufficiency).

Realitas ekonomi-politik global seperti ini akan mendorong terbentuknya karakter politik internasional yang lebih bersifat state-centric, nasionalistik, dan proteksionis, yang cenderung melemahkan dalil dan postulat tradisi globalis dan multilateralis.

Kecenderungan ini bukanlah hal baru, mengingat politik internasional yang bercorak realis ini sudah mulai menguat sejak satu dekade terakhir sejak "watak politik populis" mulai bermunculan di sejumlah negara besar. Namun, tragedi pandemi korona ini akan mendorong lebih kuat terbentuknya karakter realis dalam politik internasional mutakhir.

Pertaruhan Efektivitas Pemerintahan

Penanganan virus corona membutuhkan kepemimpinan yang efektif, tegas, dan cermat, dalam mengendalikan dan memobilisasi semua kerja serta upaya lintas sektoral secara harmoni. Dengan manajemen kepemimpinan yang efektif, langkah-langkah yang ditempuh bisa semakin efektif untuk membatasi ruang gerak dan persebaran virus, meminimalisasi tingkat kematian (mortality rate ) dan meningkatkan potensi sembuh dan percepatan recovery bagi pasien yang telah terdiagnosis positif terinfeksi.

Dengan kata lain, efektivitas penanganan virus korona di sejumlah negara akan menjadi pertaruhan besar bagi kredibilitas dan legitimasi pemerintahan yang ada di masing-masing negara. Pada saat yang sama, pandemi virus yang memiliki tingkat persebaran secara cepat ini juga mampu menelanjangi kapasitas pemerintahan dan fondasi ekonomi negara yang sesungguhnya.

Jika ada suatu negara yang selama ini mengklaim diri sebagai negara besar dan kuat (big and strong state ), tapi tidak mampu menahan laju penyebaran dan angka kematian yang ditimbulkan oleh virus corona, sejatinya negara-negara itu sedang menelanjangi diri untuk menunjukkan kualitas pertahanan internal masing-masing.

Karena itu, pemerintah China dan Partai Komunis Tiongkok dalam nota diplomatiknya yang dikirim ke sejumlah negara-negara mitra menyatakan bahwa kemampuan menanggulangi krisis di Provinsi Hubei dan Kota Wuhan secara cepat berkat kepemimpinan efektif Presiden Xi Jinping yang dijalankan dalam sistem komunis yang diklaim lebih memudahkan proses koordinasi dan mobilisasi logistik di tingkat strategis ataupun praktis.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.0950 seconds (10.101#12.26)