Daripada Omnibus Law, Pemerintah Disarankan Buat Perppu Keamanan Laut

Selasa, 07 Januari 2020 - 21:55 WIB
Daripada Omnibus Law,...
Daripada Omnibus Law, Pemerintah Disarankan Buat Perppu Keamanan Laut
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Syarif Hasan menanggapi rencana pemerintah untuk memasukkan Undang-Undang (UU) tentang Keamanan Laut ke dalam omnibus law karena banyak aturan yang tumpang tindih soal pengamanan laut.

(Baca juga: Mantan Ketua MK Setuju Omnibus Law Keamanan Laut)

Dia menyarankan agar pemerintah langsung membuat peraturan pemerintah pengganti UU (Perppu) tentang Keamanan Laut karena pembahasan omnibus law membutuhkan proses dan waktu yang cukup panjang. Sementara pengamanan laut ini bersifat mendesak.

"Saya pikir banyak solusi yang dapat dilakukan. Kalau Omnibus Law itu kan, berarti masih ada proses yang harus. Saran saya kalau mau dilakukan memperkuat tugas pokok fungsi (tupoksi) dari pada Badan Keamanan Laut (Bakamla) juga bisa diperkuat dengan Perppu juga," kata Syarif di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Syarif melihat, masalah pengamanan laut ini sudah sangat mendesak sekali. Dan dengan adanya Perppu, berarti aturan itu langsung terbit dan bisa digunakan sehingga, tidak melalui proses pembahasan yang panjang lagi. Dan itu memungkinkan untuk dilakukan.

"Kalau memang diperlukan. Karena memang, dalam salah satu pasal pembentukan Bakamla itu, di situ disampaikan bahwa Bakamla dapat menggunakan armada perang negara dan perlengkaoan lainnya apabila kondisinya memungkinkan untuk melakukan itu," usulnya.

"Jadi memang ada ruang. Tapi kalau itu dianggap memang masih ingin diperjelas melalui Perppu juga bisa," imbuh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Menurut mantan Menteri Koperasi dan UKM ini, kalau pemerintah mengusulkan omnibus law maka, untuk membuat peraturan perundang-undangan itu bisa diterapkan masih membutuhkan proses dan waktu yang panjang.

"Nah kalau Perppu kan bisa langsung, besok saja diterbitkan. Jadi saya katakan karena ini sudah sangat urgen. Jadi memenuhi persyaratan untuk menerbitkan Perppu," tegas Syarif.
(maf)
Berita Terkait
450 Prajurit Yonif 407/PK...
450 Prajurit Yonif 407/PK Tegakkan Kedaulatan NKRI di Perbatasan RI-Malaysia
Sejumlah Pihak Klaim...
Sejumlah Pihak Klaim Wilayah Indonesia, Moeldoko: Kedaulatan NKRI Tak Bisa Dikompromikan
Lomba Menulis ISDS Bertema...
Lomba Menulis ISDS Bertema Kedaulatan Berhadiah Ratusan Juta
Syarief Hasan Demokrat...
Syarief Hasan Demokrat Nilai China Lecehkan Kedaulatan NKRI
Marinir, Hantu Laut...
Marinir, Hantu Laut Penjaga Kedaulatan NKRI yang Ditakuti Belanda
Regulasi OTT Akan Tegakkan...
Regulasi OTT Akan Tegakkan Kedaulatan NKRI di Ranah Digital
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved