Multidimensi Puasa

Jum'at, 10 Mei 2019 - 07:23 WIB
Multidimensi Puasa
Multidimensi Puasa
A A A
Komaruddin Hidayat
Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah

DALAM ibadah puasa Ramadhan ada dimensi lahir (eksoterik) dan ada dimensi batin (essoterik). Yang pertama, kualitas dan dampaknya bisa diukur, sedangkan yang kedua sebaiknya kita yakini dan serahkan pada Allah urusan pahalanya.

Dampak puasa dari sisi kesehatan, analisis dari ilmu kedokteran tentu lebih meyakinkan ketimbang penjelasan dari seorang ahli agama. Banyak penemuan medis bahwa berpuasa membuat badan lebih sehat.

Ini sangat sejalan dengan sabda Rasulullah: Berpuasalah, niscaya kamu akan sehat. Tentu saja bagi mereka yang tengah sakit atau situasi memaksa kerja keras, malahan dianjurkan agar tidak berpuasa.

Saya sendiri sering memeriksakan darah sebelum dan setelah puasa. Dengan puasa memang badan lebih fit, kolestrol turun, tekanan darah stabil, badan terasa lebih ringan untuk bergerak, pekerjaan kantor lebih efektif.

Dari sisi psikologis, orang puasa juga lebih stabil emosinya dan lebih terkendali. Mereka yang hari-hari biasa mudah marah, ketika puasa berubah jadi penyabar, lisan dan tangannya terjaga. Makanya bulan Ramadan mendatangkan rasa damai secara sosial.

Apa yang disebut "kecerdasan emosi" terlihat ketika seseorang memasuki bulan Ramadhan. Orang yang cerdas emosinya adalah mereka yang mengetahui kelebihan dan kelemahan dirinya, lalu bisa mengoptimalkan sisi baiknya dan meminimalkan sisi kelemahannya.

Dengan mengetahui itu lalu seseorang mampu melakukan kontrol diri. Ciri lain cerdas emosi adalah seseorang pandai memotivasi diri dan orang-orang lain. Kesemuanya itu bisa dikembangkan dengan melaksanakan puasa secara saksama.

Yang paling menonjol dari kehadiran Ramadhan adalah peningkatan ibadah ritual. Di samping menahan diri tidak makan dan minum di siang hari, volume ritual sunah naik, yaitu salat tarawih serta mengikuti forum-forum ceramah keagamaan. Ini semua merupakan aspek eksoterik atau aktivitas lahiriah puasa yang bisa diamati dan diukur.

Adapun aspek esoteriknya, kita bisa saja menduga-duga kualitas dan dampaknya, namun yang pasti kita tidak tahu. Misalnya, seberapa dalam dan intens keikhlasan seseorang menjalani puasa semata hanya karena dan untuk Allah, kita tidak tahu isi hati seseorang.

Seberapa ikhlas dan khusyuk ibadah seseorang, lalu permohonan apa yang paling banyak dipanjatkan pada Tuhan, kita juga tidak tahu. Terlebih lagi jika memasuki pahala puasa yang dijanjikan Allah, baik ampunan dosa, curahan rahmat, maupun imbalan surga di akhirat kelak, semuanya kita serahkan kepada Allah.

Yang penting bagi orang beriman adalah mematuhi perintahnya dengan benar dan tulus ikhlas, selalu berusaha mendalami makna dan hikmah yang terkandung, dan menata hati agar benar-benar ikhlas semata karena dan untuk Allah. Jangan kita rusak ibadah kita dengan mengharap pujian dari manusia.

Jadi, ada dimensi lahiriah ibadah puasa yang memang bisa diukur dan diamati, misalnya kapan mulai sahur, kapan berbuka. Juga berapa jumlah rakaat salat tarawih, apakah kita paham makna bacaan dan doa-doanya, semua itu bisa diukur. Bisa dilakukan tes bagi para siswa sekolah. Begitu pun dampak sosial dan ekonomi puasa, meskipun tidak persis dan akurat, kita bisa mengamati dan merasakannya.

Namun, dalam ibadah puasa terdapat rahasia ilahi yang nalar kita tidak sampai. Paling jauh nalar mencoba menafsirkan dan menggali hikmahnya. Adapun tujuan akhir perintah puasa adalah untuk meningkatkan ketakwaan.

Lagi-lagi, dimensi batin dari takwa adalah rahasia Allah. Meskipun ketakwaan seseorang itu rahasia Allah, sampai batas tertentu nilai ketakwaan itu terekspresikan dalam perilaku sosial seseorang, sehingga berbagai dimensi puasa itu saling mengisi dan melengkapi yang lain.
(poe)
Berita Terkait
Bakal Dilaporkan ke...
Bakal Dilaporkan ke Polisi, Saiful Mujani: Yang Ideal, Opini Dibalas Opini
Pancasila Sakti
Pancasila Sakti
Opini Guru Besar Anti-TWK
Opini Guru Besar Anti-TWK
Menghapus Asimetris...
Menghapus Asimetris Relasi di Hari Buruh
Pertempuran Sungai Nil,...
Pertempuran Sungai Nil, Perebutan Energi Sumber Daya Alam
Akhir Ramadan, Sportifitas...
Akhir Ramadan, Sportifitas dan Optimisme
Berita Terkini
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Nadiem Makarim Menangis...
Nadiem Makarim Menangis hingga Beri Tanda Tangan ke Mitra Go Jek saat Tiba di PN Tipikor
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
Infografis
Syarat Penderita Diabetes...
Syarat Penderita Diabetes Diperbolehkan untuk Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved