Publik Masih Percaya pada KPU-Bawaslu

Senin, 11 Maret 2019 - 13:41 WIB
Publik Masih Percaya...
Publik Masih Percaya pada KPU-Bawaslu
A A A
JAKARTA - Sorotan terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) satu bulan menjelang pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 kian meningkat.

Berbagai isu miring pun mengiringi kinerja KPU maupun Bawaslu. Tudingan miring tidak netral hingga menyiapkan berbagai langkah untuk memenangkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tertentu terus meningkat dalam pekan-pekan terakhir.

Tudingan-tudingan tersebut diantaranya barupa adanya tujuh kontainer surat suara yang telah tercoblos, kotak suara dari kardus untuk me mudahkan kecurangan hingga pemberian bocoran soal debat pemilihan presiden. Tak hanya tudingan, sejumlah elemen masyarakat sempat berunjuk rasa menuntut KPU bertindak netral.

Namun di tengah gencarnya tudingan terhadap penyelenggara pemilu, kepercayaan publik masih tetap terjaga. Berdasarkan hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), hampir 80% masyarakat Indonesia menaruh kepercayaan pada kinerja KPU dan Bawaslu.

“Survei kami menunjukkan, 80 persen rakyat Indonesia percaya pada kemampuan KPU dan Bawaslu. Hanya sekitar 11-12% yang tidak yakin dengan kemampuan mereka dalam menjalankan amanat pada Pilpres dan Pileg 2019,” kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani di Jakarta kemarin. SMRC juga membedah persentase ketidakpercayaan publik kepada KPU dan Bawaslu.

Menurut lembaga itu, responden yang tidak percaya dengan kinerja KPU dan Bawaslu didominasi pendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. SMRC menilai, ramainya isu netralitas penyelenggara pemilu seperti kasus hoaks 7 kontai ner surat suara tercoblos, masalah netralitas penyelenggara pemilu hingga kotak suara kardus turut memengaruhi persepsi pendukung Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf terhadap KPU dan Bawaslu.

Dari data itu, jika lebih diperinci lagi, pendukung Prabowo-Sandi yang tidak percaya KPU mencapai 25%. Adapun pendukung Jokowi-Ma’ruf yang tak percaya KPU hanya 5%. Selanjutnya pendukung Prabowo-Sandi yang tidak percaya kinerja Bawaslu sebanyak 21%, sedangkan pendukung Jokowi-Ma’ruf juga 5%.

Jokowi-Amin Masih Unggul
Selain merilis hasil survei tingkat kepercayaan publik terhadap penyelenggara Pe milu, SMRC juga merilis elek tabilitas pasangan capres dan cawapres. Hasilnya, pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin jauh mengungguli penantangnya, pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Dalam hasil riset nasional terbaru ini, elektabilitas pasangan calon Jokowi-Ma’ruf sebesar 54,9%, sedangkan Prabowo-Sandi 32,1%. “Saat survei akhir Januari 2019 yang lalu, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul atas Prabowo-Sandi. Selisih keduanya sekitar 23% bila pilpres dilakukan saat survei,” ujar Deni Irvani.

Survei SMRC dilakukan pada 24-31 Januari 2019 dengan metode multistage random sampling yang melibatkan 1.426 responden. Margin of error 2,65% pada tingkat kepercayaan 95%.

Sementara itu Juru Bicara TKN Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadzily, mengatakan, adanya 13% masyarakat yang tidak percaya terhadap kinerja KPU Bawaslu merupakan fenomena mengkhawatirkan. “Ada 13% responden yang tidak percaya bahwa pemilu ini akan berjalan dengan baik karena penyelenggara pemilu ini tidak netral. Sebagian besar dari pihak yang tidak percaya terhadap netralitas penyelenggara pemilu itu adalah pendukung Prabowo-Sandi,” katanya.

Artinya kampanye kubu Prabowo-Sandi yang dinilai telah melakukan upaya delegitimasi pemilu menampakkan hasilnya. Isu 7 kontainer kertas suara sudah tercoblos, kotak suara berbahan kardus, dan terakhir demonstrasi yang dipimpin Amien Rais soal TI KPU, kata Ace, membuat persepsi itu mulai dipercayai masyarakat.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Nizar Zahro, berpandangan bahwa hampir semua lembaga survei telah kehilangan integritasnya selepas kegagalan memprediksi Pilkada Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Karena itu menurutnya aneh jika ada pihak yang masih memercayai hasil surveinya atas Pilpres 2019. “Lihat saja di media, bagaimana respons publik terhadap hasil survei? Datar-datar saja,” kata Nizar kepada KORAN SINDO di Jakarta kemarin malam. (Abdul Rochim/ Kiswondari)
(nfl)
Berita Terkait
Jika Tak Setuju, KPU...
Jika Tak Setuju, KPU Persilakan Bawaslu Gugat PKPU Pendaftaran Parpol
Komisioner KPU - Bawaslu...
Komisioner KPU - Bawaslu Baru Diharapkan Punya Inovasi tentang Pemilu
KPU Minta Bawaslu Tolak...
KPU Minta Bawaslu Tolak Laporan Partai Pelita dan Partai Ibu
Bawaslu Tindak Lanjuti...
Bawaslu Tindak Lanjuti 4 Laporan Dugaan Pelanggaran Administrasi KPU
Pendaftaran Calon Anggota...
Pendaftaran Calon Anggota KPU-Bawaslu Bisa Lewat Tiga Jalur Ini
Calon Anggota KPU-Bawaslu...
Calon Anggota KPU-Bawaslu Terpilih seperti yang Beredar, DPR: Itu Kebetulan Saja
Berita Terkini
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved