Menakar Keberanian PAN Keluar dari Koalisi Jokowi-JK

Minggu, 05 November 2017 - 15:03 WIB
Menakar Keberanian PAN...
Menakar Keberanian PAN Keluar dari Koalisi Jokowi-JK
A A A
JAKARTA - Dorongan agar Partai Amanat Nasional (PAN) keluar dari barisan koalisi pemerintah kembali menggema. Kali ini, dorongan itu muncul dari internalnya. Adalah Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais, yang meminta partai berlambang matahari itu keluar dari koalisi pemerintah.

Sikap kritis Amien terhadap kebijakan pemerintah sudah terpupuk sejak lama. Klimaksnya saat gelaran Pilkada DKI Jakarta 2016 lalu. Kala itu, pemerintah dianggap menjadi beking calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang tengah digoyang isu penistaan agama.

Kini, secara efektif kekuasaan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) kurang dari dua tahun. Apakah PAN berani mengambil sikap tegas keluar dari koalisi seperti diinginkan Amien?

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan PAN harus berani mengambil sikap politik. Apakah tetap berada di dalam koalisi atau keluar.

Menurut Adi, selama ini PAN diasosiasikan sebagai partai yang bermain di dua kaki. Secara resmi PAN adalah partai pendukung pemerintah. Namun demikian, Ketua Majelis Kehormatan PAN justru bersikap kritis terhadap pemerintah.

Di tengah kondisi ekonomi yang semakin mencekik dan ada kesan pemerintah meminggirkan umat Islam, Adi mengatakan, sudah saatnya PAN mengambil sikap tegas. "Dalam kondisi demikian, PAN perlu juga melakukan perjudian," kata Adi kepada SINDOnews, Minggu (5/11/2017).

Adi berpandangan, bila PAN mampu mengelola isu dan keluar dari koalisi, partai yang lahir di era reformasi ini tak perlu takut kehilangan suara di 2019. "Tapi problemnya apakah teman-teman PAN yang menjadi bagian dari kekuasaan ini mau atau tidak?" ucap Adi.

Sebagai partai koalisi pemerintah, lanjut Adi, tentu PAN menikmati akses dan jalur 'logistik' dari pemerintah. Kemewahan itu akan hilang seiring PAN keluar dari barisan koalisi pemerintah.

"Apakah PAN sanggup untuk kehilangan akses kepada sumber ekonomi kalau keluar dari kekuasaan," ucap Adi.
(kri)
Berita Terkait
PAN Berpeluang Tempatkan...
PAN Berpeluang Tempatkan Kader di Kabinet Jokowi-Maruf Amin
Peluang PAN Masuk Kabinet...
Peluang PAN Masuk Kabinet Lebih Besar Dibanding Demokrat dan PKS
Zulhas dan Elite PAN...
Zulhas dan Elite PAN Bertemu Jokowi, Pengamat: Tak Mungkin Hanya Bahas UMKM
Pengamat Nilai PAN di...
Pengamat Nilai PAN di Bawah Zulhas Relatif Siap Bermitra dengan Istana
Tak Mudah bagi PAN untuk...
Tak Mudah bagi PAN untuk Tempatkan Kader di Kabinet Jokowi-Maruf Amin
PAN Belum Dapat Informasi...
PAN Belum Dapat Informasi Utuh Terkait Tawaran Masuk Kabinet Jokowi
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Wamenhaj Dorong Semangat...
Wamenhaj Dorong Semangat 'Travel Beyond Profit' di Mukernas III ASPHIRASI
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved