Kajari Subang Kelabakan Setelah Digarap KPK

Kamis, 02 Juni 2016 - 05:54 WIB
Kajari Subang Kelabakan...
Kajari Subang Kelabakan Setelah Digarap KPK
A A A
JAKARTA - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Subang, Jawa Barat Chandra Yahya Welo kelabakan dan berupaya menutupi wajahnya usai digarap penyidi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Chandra Yahya Welo terlihat keluar dari ruang pemeriksaan dan muncul di ruang steril KPK sekitar pukul 21.45 WIB. Chandra terlihat mengenakan batik ungu bermotif hijau, putih, dan merah. Di tangan kanannya tergenggam map berwarna oranye.

Dicegat beberapa awak media di bagian kiri Gedung KPK, Chandra kelabakan. Raut wajah Chandra tak bisa menyembunyikan kekagetannya. Map oranye yang dipegangnya langsung digunakan untuk menutupi wajah.

Chandra memilih berjalan dengan cepat dan tergesa-gesa. Disinggung ihwal pemeriksaannya, dia tak bergeming. "Tanya penyidik saja," ujar Chandra sembari menutupi wajah, di samping Gedung KPK, Jakarta, Rabu 1 Juni 2016 malam.

Dia tetap tutup mulut saat disinggung, apakah turut menerima uang dari Bupati Subang Ojang Sohandi. Chandra bahkan coba mengalihkan perhatian awak media dengan berjalan dihimpitan mobil yang terparkir di parkiran KPK.

Ditanya apakah tahu tentang dugaan gratifikasi Ojang, Chandra berkelit. "Enggak," kilahnya.

Chandra memilih bungkam dikonfirmasi sejak kapan dirinya mengenal Ojang. Dia juga tutup mulut saat ditanya soal bagaimana penanganan dugaan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada Dinkes Kabupaten Subang 2014.

Dia baru angkat bicara setelah ditanya sejak kapan dirinya menjabat sebagai Kajari Subang. "Baru dua bulan," jawab Chandra singkat sambil tetap menutupi wajahnya.

Beberapa detik kemudian, Chandra berhenti di dekat pos satpam bagian belakang Gedung KPK. "Mobil saya mana ya?," tanyanya.

Seorang satpam di situ kemudian menanyakan apa plat mobil tersebut. Chandra menjawab T. Diketahui plat nomor T merujuk pada wilayah Karawang, Purwakarta, dan Subang.

Petugas satpam tadi meminta Chandra menghubungi pengemudi mobil. Sambil mengedarkan pandangan, Chandra hanya menimpali, "handphone saya lowbate."

Tak lama kemudian, Chandra menelusuri bagian belakang pagar Gedung KPK. Serta merta sejumlah anak buahnya langsung menjemput Chandra dan memboyong masuk mobil Toyota Kijang Innova hitam T 1418 NR.

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak mengatakan, Rabu ini Kajari Subang Chandra Yahya Welo dan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Subang Anang Suhartono diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan suap penanganan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada Dinkes Kabupaten Subang 2014 yang diusut Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar).

Pemeriksaan Chandra dan Anang pada Rabu ini untuk tersangka penerima suap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar Deviyanti Rochaeni.

"Diduga keduanya mengetahui perkara yang disangkakan kepada tersangka DVR (Deviyanti)," ujar Yuyuk.

Sebelumnya, pada Selasa, 17 Mei 2016 KPK sebenarnya menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kajari Subang Chandra Yahya Welo, Kasi Pidsus Kejari Subang Anang Suharyanto, Kepala Seksi Intelijen (Kasintel) Subang Choky Hutapea. Tapi Selasa itu ketiga orang ini mangkir dan KPK melakukan pemanggilan kedua.

"Chandra Yahya Welo, Anang Suharyanto, dan Choky Hutapea diduga mengetahui beberapa hal terkait asal usul barang yang diduga gratifikasi yang diterima OJS yang berhubungan dengan kasus suapnya," tegas Yuyuk.
(mhd)
Berita Terkait
Jaksa Agung Klaim Rombak...
Jaksa Agung Klaim Rombak dan Proses Pidana Oknum Jaksa Nakal
Berhentikan Jaksa yang...
Berhentikan Jaksa yang Kena OTT, Muhammadiyah: Bukti Keseriusan Kejagung Bersihkan Internal
Kejagung Tetapkan Kajari...
Kejagung Tetapkan Kajari Bangka Tengah Tersangka Korupsi, Terima Uang Rp840 Juta
Sikat Jaksa Nakal, Kejagung...
Sikat Jaksa Nakal, Kejagung Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggar Hukum
Komisi Kejaksaan: Satgas...
Komisi Kejaksaan: Satgas 53 Ampuh Tangani Jaksa Nakal
Jaksa Nakal Bakal Dipecat,...
Jaksa Nakal Bakal Dipecat, Kejagung Tak Toleransi Pelanggaran
Berita Terkini
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Infografis
Doa Malam Nisfu Syaban...
Doa Malam Nisfu Syaban Setelah Membaca Surat Yasin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved