Relawan, Political Appointee, dan Sistem Presidensial yang Efektif

Rabu, 07 Oktober 2015 - 12:27 WIB
Relawan, Political Appointee,...
Relawan, Political Appointee, dan Sistem Presidensial yang Efektif
A A A
Salah satu faktor kunci kemenangan Jokowi dalam Pemilihan Umum Presiden 2014 adalah ada jejaring kuat dan kerja keras para relawan di tengah keengganan partai pengusung Jokowi untuk bekerja keras dan memastikan kemenangan Jokowi (Mietzner, 2015).Mereka kebanyakan adalah kalangan kelas menengah yang tidak menginginkan Prabowo menang pemilu presiden dan merasa bahwa Jokowi lebih cocok untuk memimpin keberlanjutan proses konsolidasi demokrasi di Indonesia dan sistem presidensialisme yang efektif.Kerja keras para relawan ini hampir-hampir bisa dikategorikan sebagai gerakan akar rumput yang bergerak untuk memastikan terjadi perubahan yang lebih baik di dalam masyarakat tanpa harus menggantikan tatanan yang sudah ada.Koridor demokrasi dan upaya konsolidasi demokrasi di Indonesia yang ditandai oleh sistem presidensialisme yang efektif menjadi jalur utama pencapaian perubahan ini. Pascakemenangan Jokowi, banyak relawan yang kemudian mendapatkan posisi-posisi politis- strategis di dalam pemerintahan maupun kursi empuk komisaris di badan usaha milik negara (BUMN).Sebagai contoh, nama-nama seperti Andi Widjojanto, Andrinof Chaniago, Refly Harun, dan Fadjroel Rahman mengisi jabatan-jabatan politis-strategis seperti kursi menteri dan kursi komisaris di BUMN. Andi Widjojanto dan Andrinof Chaniago mengecap kursi menteri kabinet sebelum akhirnya tergusur dalam reshuffle jilid satu kabinet Jokowi.Refly Harun yang dikenal sebagai pengamat tata negara saat ini menikmati kursi empuk seorang komisaris di salah satu BUMN. Demikian juga Fadjroel Rahman. Secara latar belakang pendidikan dan keilmuan, Andi dan Andrinof mungkin layak untuk mengisi kursi menteri kabinet, sebagai Menteri Sekretaris Kabinet dan Menteri Bappenas.Dua orang ini, sebagaimana juga Teten Masduki dan relawan yang lain, dikenal terlibat aktif dalam perumusan Nawacita sebagai janji politik Jokowi dalam kampanye pemilu presiden. Wajar bila kemudian mereka ditunjuk untuk mengawal implementasi Nawacita. Bagaimana dengan relevansi Refly Harun dan Fadjroel Rahman sebagai komisaris di dalam BUMN?Political AppointeeAdalah bijak di dalam sebuah sistem pemerintahan presidensial bila posisi-posisi politis- strategis diisi oleh orangorang berkompeten di bidangnya dan pengisiannya dilakukan melalui penunjukan langsung oleh presiden sebagai strategi pelaksanaan pemerintahan presidensial yang efektif.Mereka adalah political appointee yang diangkat untuk memastikan terlaksananya program- program yang dijanjikan dan dikampanyekan kepada para pemilih. Para political appointee ini biasanya adalah orangorang yang terlibat intensif dalam masa kampanye pemilu dan menjadi bagian dari tim perumus program pemenangan presiden berdasarkan kepakaran di bidangnya masing-masing.Penunjukan dan pengangkatan mereka untuk menduduki jabatan politis-strategis seperti menteri, wakil menteri, duta besar, atau posisi politisstrategis lainnya di dalam pemerintahan adalah sebuah kewajaran. Selain sebagai pemberian hadiah berbasis kelayakan (merit-based reward ) yang diatur secara resmi di dalam aturan perundangan, keberadaan political appointee ini untuk memastikan kesinambungan antara program kampanye dan perumusan dan pelaksanaan program pemerintah pemenang pemilu.Di Amerika Serikat sebagai kiblat sistem pemerintahan presidensial yang efektif, political appointee adalah lumrah. Keberadaannya dijamin oleh aturan perundangan sehingga presiden terpilih akan menunjuk banyak sekali wajah-wajah baru yang dekat atau menjadi bagian dari tim pemenangan pemilunya untuk mengisi posisi- posisi politis-strategis menggantikan wajah-wajah lama dari rezim yang kalah.Pun kalau ada keberlanjutan dari sebuah rezim, biasanya tetap ada wajah-wajah baru yang diangkat sebagai pembantu presiden dalam koridor aturan political appointee. Misalnya, ketika Presiden Obama menang untuk kedua kalinya, ada pergantian posisi Menteri Luar Negeri dari Hillary Clinton ke John Kerry, wajah lama yang dekat dengan Presiden Obama.Di dalam pemerintahan Jokowi, fenomena pengisian jabatan politis-strategis oleh para mantan relawan Jokowi tidak serta-merta sejalan dengan konsep political appointee ini. Tidak ada makan siang gratis dalam politik. Fakta bahwa para relawan bekerja dengan sungguh-sungguh tanpa dibayar dan bahkan harus mengeluarkan uangnya sendiri untuk memenangkan Jokowi ini tidak terbantahkan.Namun, pada saat yang sama, menurut Mietzner (2015), beberapa kelompok relawan berusaha untuk menjadi hegemon atas relawan yang lain karena ketiadaan garis koordinasi yang jelas antarrelawan yang patut diduga sebagai jalan pribadi menuju kursi kekuasaan.Minimnya, atau tidak ada, peraturan perundangan tentang political appointee yang bisa mengakomodasi para relawan sebagai bayaran atas makan siang yang telah diberikan kepada Jokowi telah memperumit keadaan. Bila dibandingkan dengan kebijakan political appointee di Amerika Serikat, fenomena mantan relawan yang ditunjuk Presiden Jokowi untuk menduduki posisi politis-strategis pascakemenangannya tidaklah setara.Di Amerika Serikat, ideologi dan program partai menjadi garis pemisah antara partai A dan partai B. Para political appointee adalah orangorang yang terbukti bekerja keras bersama calon presiden berbasis keahlian mereka untuk merumuskan program yang dijual kepada para pemilih.Dengan begitu, ketika calon presiden yang didukungnya menang, mereka layak dijadikan political appointee untuk memastikan pencapaian tujuan program yang telah dirumuskan. Terlebih, posisi-posisi yang diisi oleh para political appointee ini adalah jelas, banyak, dan dijamin oleh peraturan perundangan.Pada era Jokowi, tidak semua relawan yang diangkat untuk mengisi jabatan politisstrategis (political appointee ) terlibat, mengerti, dan memahami Nawacita sebagai janji politik Jokowi dan jabatan yang mereka terima adalah sesuai keahlian yang diperlukan untuk mencapai tujuan Nawacita yaitu redistribusi keadilan yang ditandai oleh Rasio Gini 0.30 pada akhir 2019.Maka adalah wajar untuk menanyakan: Apakah mereka yang telah diangkat di dalam posisi-posisi politisstrategis tersebut mampu menjadi pembantu Jokowi dalam memenuhi janji Nawacita? Maka itu, adalah kebutuhan yang mendesak untuk melakukan adaptasi proses dan aturan tentang political appointee Amerika Serikat di Indonesia, apalagi untuk antisipasi pemilu serentak.Ini langkah besar dan revolusioner yang bisa dimulai dengan melakukan perubahan aturan perundangan tentang kepemiluan secara komprehensif dan berjangka panjang melalui penyusunan Kitab Undang- Undang Hukum Pemilu. Kelompok masyarakat sipil seperti Kemitraan sudah mengadvokasikan ini sehingga bisa menjadi pintu masuk strategis bagi perubahan mendasar penguatan sistem presidensialisme yang efektif di Indonesia.Meskipun tidak ada makan siang yang gratis, paling tidak makan siang tersebut dibayar karena memang layak dibayar dan sesuai aturan.Ahmad QisaiDosen Program Pascasarjana Universitas Paramadina
(bhr)
Berita Terkait
Bakal Dilaporkan ke...
Bakal Dilaporkan ke Polisi, Saiful Mujani: Yang Ideal, Opini Dibalas Opini
Pancasila Sakti
Pancasila Sakti
Opini Guru Besar Anti-TWK
Opini Guru Besar Anti-TWK
Kaum Disabilitas Vs...
Kaum Disabilitas Vs Kaum OJOL
Larangan Mudik untuk...
Larangan Mudik untuk Keselamatan Publik
Korona Hadiah Terbesar...
Korona Hadiah Terbesar di Hari Kesehatan Dunia
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved