Himpitan Koperasi dalam Arus Global

Senin, 13 Juli 2015 - 09:56 WIB
Himpitan Koperasi dalam Arus Global
Himpitan Koperasi dalam Arus Global
A A A
Prof Dr Jamal Wiwoho Sh Mhum
Guru Besar Fakultas Hukum,
Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo

Tanggal 12 Juli merupakan tanggal yang diperingati sebagai Hari Koperasi. Gerakan ekonomi rakyat sebagaimana tertuang dalam amanat penjelasan Pasal 33 UUD 1945 yang bercirikan khas demokrasi ekonomi ala Indonesia itu, kini tengah mengalami berbagai cobaan dalam melangkah dan belum menemukan jati diri dalam mewujudkan sistem demokrasi perekonomian secara nasional.

Saat ini ada beberapa pelaku usaha yang kita kenal, yaitu milik pemerintah, milik swasta, dan koperasi. Sayangnya, peran koperasi dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat belumlah cukup signifikan. Para pelaku ekonomi ”plat merah” dan swasta masih lebih banyak mendominasi dalam berbagai hal dalam proses berpartisipasi mewujudkan kebutuhankebutuhan bagi masyarakat.

Dengan demikian, dalam kacamata publik, keberadaan koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional yang telah dicanangkan oleh para pendiri negeri ini (founding fathers) di era global saat ini masih jauh api dari panggangnya. *** Ada beberapa hal yang mempengaruhi kekurangberhasilan koperasi sebagai gerakan ekonomi kerakyatan pada masa global saat ini.

Pertama, pada zaman neoliberalisme seperti saat ini koperasi merupakan korban dari kedigdayaan dan keberingasan korporasi global. Perusahaanperusahaan swasta nasional maupun internasional dalam bentuk korporasi multinasional (MNCs) dengan segala segmentasi usaha telah mencerabut usaha-usaha yang dilakukan koperasi.

Hampir segala lini kegiatan usaha yang menguasai hajat hidup orang banyak justru di tangan pelaku usaha swasta tersebut sehingga perekonomian yang meluas dengan kemiskinan tidak bisa lagi diperangi oleh koperasi. Pada bagian lain justru muncul fenomena-fenomena di mana koperasi hanya dijadikan ”pelat papan nama” untuk mengambil uang negara oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga alat demokrasi ekonomi itu hanya menjadi alat untuk memupuk kekayaan segelintir pejabat dan kroni-kroninya, bukan seluruh rakyatnya.

Misalnya koperasi bekerja sama dengan Kementerian Perumahan Rakyat untuk membangun perumahan bagi rakyat yang kurang berkecukupan, dan karena ulah oknum tertentu perumahan itu tidak terealisasi. Kedua, keterbatasan informasipasardanteknologi. Sangat pentingnya pasar dan pemanfaatan teknologi menempati posisi yang sangat strategis bagi bidang usaha apa pun, termasuk koperasi.

Namun, fakta menunjukkan bahwa keadaan seperti ini dialami hampir seluruh koperasi yang ada di Indonesia. Cukup banyak koperasi yang tidak mengetahui posisi dan informasi tentang pasar yang merupakan sasaran utama usaha koperasi. Hal ini juga diperparah dengan minimnya penggunaan teknologi itu sendiri atau bahkan pemanfaatan teknologi informasi dalam menjalankan usaha koperasi itu yang kurang memadahi.

Pada saat ini, banyak koperasi dalam melakukan usaha secara tradisional dan belum memanfaatkan teknologi yang canggih. Ketiga, koperasi saat ini mengalami kendala akses permodalan. Sesuai dengan UU Koperasi (UU Nomor 25 Tahun 1992) bahwa modal koperasi terdiri atas simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela.

Menurut rekapitulasi data ”Koperasi berdasarkan Provinsi per 31 Desember 2014” yang bersumber dari SKPD yang membidangi UMKM, diperoleh informasi bahwa dari 209.488 koperasi yang ada di Indonesia hanya 147.249 koperasi aktif dengan modal sendiri sebesar Rp105.800.829,73 dan modal luar sebesar Rp94.861.986,91 masih jauh dari modal BUMN di Indonesia yang tiap tahun semakin meningkat.

Keempat, kondisi sumber daya manusia (SDM) yang rendah dan manajerial yang belum memadahi. Harus diakui bahwa dengan 36.443.953 orang, jumlah anggota koperasi dengan 530.830 orang karyawan dan dengan 36.615 orang manajer juga belum bisa menandingi jumlah perusahaan, jumlah karyawan, dan jumlah manajer dalam perusahaan yang dikelola swasta maupun pemerintah.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1746 seconds (11.210#12.26)