Deklarasi dini capres

Deklarasi dini capres
Aburizal Bakrie (Okezone)
A+ A-
Partai Golkar secara resmi telah mendeklarasikan Aburizal Bakrie (ARB), Ketua Umum DPP Partai Golkar, sebagai calon presiden dalam Pemilu Presiden 2014.

Ini berarti ARB merupakan capres pertama yang secara terbuka menyatakan keinginan dan kesiapannya lahir dan batin untuk menjadi capres dalam Pemilu Presiden 2014. Patut dicatat bahwa deklarasi ini dilakukan saat belum ada satu pun tokoh lain memiliki keberanian untuk menyatakan kesiapannya secara resmi dan terbuka. Tidak ada yang salah, apalagi aneh, dengan deklarasi itu.

Sebuah keinginan, apalagi keinginan untuk menjadi presiden, tidak ada salahnya dinyatakan secara terus terang dan diusahakan dengan sungguh-sungguh dengan strategi, dan persiapan yang matang.

Justru aneh dan lucu jika seseorang berkeinginan untuk menjadi presiden, tetapi tidak berterus terang, “malu-malu kucing”, dan tidak berusaha dengan sungguh-sungguh. Lebih tidak elok lagi mereka yang sebenarnya beringinan kuat menjadi presiden, tetapi keinginannya itu disembunyikan dari publik untuk kemudian menunggu saatnya melalui cara mencuri di tikungan politik.

Memang ada beberapa kritik yang sinikal yang dialamatkan kepada ARB, dan Golkar sebagai terlalu dini mendeklarasikan capresnya. Dikatakan bahwa Pemilu Presiden 2014 masih terlalu lama, sekitar dua tahun lagi. Pemilu legislatif saja, yang notabene merupakan prolog pemilu presiden, belum dipersiapkan dan diselenggarakan, lantas mengapa buru-buru mendeklarasikan capresnya? Katanya, ini mirip azan subuh yang dilakukan di tengah malam, atau malah ada juga yang mengatakannya sebagai sikap jumawa alias –– dalam bahasa Jawa –– andisiki kerso (mendahului kehendak Tuhan).

Bukankah Justru Positif?


Tetapi, ada juga perspektif lain, justru deklarasi sedini mungkin ini secara politik positif. Pertama, menunjukkan ARB memahami betul landskap politik Indonesia. Indonesia adalah negara yang sangat luas dan besar. Mengutip Bernard H M Vleke dalam Nusantara: A History of Indonesia (1943), negara ini memanjang dari timur ke barat 5000 km, melebar dari utara ke selatan 2000 km, yang berarti luas wilayah ini mencapai 10 juta km persegi.

Ini berarti sama luasnya dengan Amerika Serikat minus negara bagian Alaska. Seorang capres Indonesia harus mengenal dengan baik negara kepulauan yang terdiri atas lebih 17.000 pulau yang dibagi menjadi 33 provinsi, dan 497 kabupaten/kota. Untuk dapat mengelilingi wilayah seluas itu, seorang capres membutuhkan waktu yang lama. Kedua, penduduk negara ini mencapai 240 juta jiwa dengan jumlah pemilih hampir 180 juta.


Selanjutnya...
dibaca 2.148x
Halaman 1 dari 3
Top