Uji Nyali Erick Thohir Benahi PSSI

Selasa, 17 Januari 2023 - 12:49 WIB
loading...
Uji Nyali Erick Thohir...
Menteri BUMN Erick Thohir saat mengembalikan berkas perdaftaran calon ketua umum PSSI di Kantor PSSI, GBK Arena, Jakarta, Minggu (15/1/2023). Foto/MPI/Aldhi Chandra
A A A
Muhammad Muchlas Rowi
Mantan Sekjen Asprov PSSI DKI

BEBERAPA anak bermain bola di samping bahu jalan, bergelut dengan debu jalanan. Meski tak beralaskan sandal ataupun sepatu, mereka tetap ceria memainkan si kulit bundar dari kaki ke kaki. Membentuk tarian acak, mirip formasi tiki-taka. Sesekali, si kulit bundar lepas dari penguasaan mereka, lalu mengenai pengguna jalan.

Rasanya, cerita anak-anak kecil semacam ini terjadi di mana saja. Bukan hanya di Brazil (tempat Pele, Ronaldo, dan Neymar lahir), Argentina (tempat Maradona dan Lionel Messi menghabiskan masa kecil), atau Jepang (sebuah negara yang punya cara gila dalam membangun sepakbolanya). Tapi juga di sini, di depan mata kita yang juga pernah punya impian yang sama.

Entah sebuah kebetulan atau memang karena mimpi yang tertunda. Saya pun sempat mencicipi atmosfir sepakbola Tanah Air. Sekitar 2015, dengan menjadi sekretaris Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) DKI Jakarta.

Saat itu, saya berpikir, dengan masuk dan ikut mengurus federasi, saya bisa meneruskan dan mengembangkan cerita dan mimpi masa kecil dalam berbagai versi. Itu artinya, cerita dan mimpi kecil soal sepakbola akan lebih mudah diwujudkan. Namun rupanya, saya malah masuk ke dalam apa yang disebut Menteri BUMN Erick Thohir sebagai ‘lingkaran setan sepakbola.’

Lingkaran Setan
Lingkaran setan sepakbola, menurut Bung Erick terbentuk gegara pengelolaan manajemen, pemain, pelatih, dan suporter yang karut marut. Lalu menimbulkan sejumlah persoalan pelik dalam dunia sepakbola. Mulai dari pembinaan yang rapuh, dualisme kepemimpinan, pat gulipat dalam posisi manajer klub maupun federasi, hingga mental pemain maupun pengurus federasi yang rapuh.

Pembinaan adalah basic sepakbola. Karena akan berpengaruh pada regenerasi pemain sepakbola di masa depan. Tanpa pembinaan yang baik, talenta tak akan berarti apa-apa. Mimpi hanya sekadar mimpi yang tak pernah terealisasi. Sebaliknya jika anak-anak Indonesia dibina sejak dini dengan tepat, benar, dan berkesinambungan, akan muncul generasi emas yang bisa membuahkan prestasi di level apa pun.

Perlu diingat, di usia 3 tahun, seorang Lionel Messi menurut cerita Luca Caioli di buku The Inside Story of The Boy Who Became a Legend, sama sekali tak mengenal sepakbola. Sampai suatu ketika, saat Messi berulang tahun yang keempat, sang ayah memberinya hadiah sebuah bola.

Sejak itu, jika kedua kakaknya atau siapa pun memainkan si kulit bundar, Messi selalu turut serta. Sejak saat itu pula bakat dan luapan kesukaan Messi akan sepakbola terwadahi dengan baik, terutama setelah dia dibina di La Masia.

Saya juga melihat ada persoalan manajemen, baik dalam federasi maupun klub yang menaungi para talenta sepakbola. Sehingga untuk urusan pelatih, pengaturan kompetisi, hingga managemen timnas menjadi rumit dan tricky.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Meraih Hak Pemajakan...
Meraih Hak Pemajakan Indonesia melalui Implementasi PPh Digital Asing yang Sederhana
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Indonesia Menggugat:...
Indonesia Menggugat: Perlawanan Dokter Tifa dalam Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Rekomendasi
Norwegia vs Inggris:...
Norwegia vs Inggris: Haaland Tagih Janji Rooney Mendayung di Sungai Mersey
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Argentina vs Swiss:...
Argentina vs Swiss: La Albiceleste Dibayangi Tembok Kokoh La Nati
Berita Terkini
Gus Yahya: Delegasi...
Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian
Raih Pengakuan Riset...
Raih Pengakuan Riset STEM, 2 Peneliti SGU Masuk Kandidat Ilmuwan Muda
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Komisi III DPR Segera Bentuk Timwas
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditetapkan Tersangka Pemerasan, Ternyata Ikuti Praktik Suaminya
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Infografis
Tanggapi Tindakan Eskalasi...
Tanggapi Tindakan Eskalasi AS, Rusia akan Uji Coba Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved