Tolak Sistem Proporsional Tertutup, PKS Ajukan Jadi Pihak Terkait di MK
Senin, 09 Januari 2023 - 16:28 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Respons PDIP soal Pertemuan 7 Parpol Tolak Sistem Proporsional Tertutup
PKS memilih sikap mempertahankan sistem proporsional terbuka yang dinilai sebagai salah satu bentuk kemajuan demokrasi. Penggunaan sistem proporsional tertutup dinilai justru malah akan memukul mundur demokrasi Indonesia.
Sebagaimana disampaikan Presiden PKS Ahmad Syaikhu dalam pertemuan para pemimpin parpol parlemen di Jalan Dharmawangsa, Jakarta, Minggu (8/1/2023). Pada pertemuan tersebut, Syaikhu menyampaikan penerapan kembali sistem proporsional tertutup merupakan kemunduran demokrasi.
Meskipun masih memiliki kekurangan, sejauh ini sistem proporsional terbuka jauh lebih baik dibandingkan sistem proporsional tertutup. "Jangan sampai penyelenggara pemilu membuat pernyataan yang membuat gaduh atau sikap-sikap kontraproduktif yang dapat menurunkan trust dari masyarakat," katanya.
Syaikhu menilai tingkat kepercayaan kepada penyelenggara akan berpengaruh terhadap legitimasi atau penerimaan masyarakat terhadap hasil pemilu. "Kita harus pastikan hasil pemilu mendapat legitimasi kuat dari rakyat, menjadi pemilu yang bermartabat," pungkasnya.
PKS memilih sikap mempertahankan sistem proporsional terbuka yang dinilai sebagai salah satu bentuk kemajuan demokrasi. Penggunaan sistem proporsional tertutup dinilai justru malah akan memukul mundur demokrasi Indonesia.
Sebagaimana disampaikan Presiden PKS Ahmad Syaikhu dalam pertemuan para pemimpin parpol parlemen di Jalan Dharmawangsa, Jakarta, Minggu (8/1/2023). Pada pertemuan tersebut, Syaikhu menyampaikan penerapan kembali sistem proporsional tertutup merupakan kemunduran demokrasi.
Meskipun masih memiliki kekurangan, sejauh ini sistem proporsional terbuka jauh lebih baik dibandingkan sistem proporsional tertutup. "Jangan sampai penyelenggara pemilu membuat pernyataan yang membuat gaduh atau sikap-sikap kontraproduktif yang dapat menurunkan trust dari masyarakat," katanya.
Syaikhu menilai tingkat kepercayaan kepada penyelenggara akan berpengaruh terhadap legitimasi atau penerimaan masyarakat terhadap hasil pemilu. "Kita harus pastikan hasil pemilu mendapat legitimasi kuat dari rakyat, menjadi pemilu yang bermartabat," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :