Di Tengah Pandemi Covid-19, Warga Harus Partisipatif Terhadap Pilkada Serentak
Minggu, 12 Juli 2020 - 07:25 WIB
loading...
Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan, lancarnya pilkada serentak pada Desember 2020 menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya KPU saja. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Lancarnya pilkada serentak pada Desember 2020 menjadi tanggung jawab bersama dan bukan hanya KPU saja sebagai penyelenggara melainkan adanya peran stakeholder lain.
Di antaranya peran kampus dalam memberikan literasi, edukasi, dan pemahaman akan urgensi kelanjutan tata kelola pemerintahan di tingkat daerah. (Baca juga: Anies: Reklamasi Ancol Kendalikan Banjir, Proyek 17 Pulau Hasilkan Banjir)
Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menilai potensi penurunan angka partisipasi pemilih dalam Pilkada serentak 2020 hampir dimungkinkan terjadi.
Namun, upaya sosialisasi, edukasi, dan literasi yang dilakukan secara masif sejak dini oleh pemerintah dan kampus-kampus akan mengurangi tingkat risiko tersebut.
Dia optimistis capaian target partisipasi pemilih dalam Pilkada 2020 dapat terpenuhi jika hal tersebut dilakukan.
Selain upaya sosialisasi, edukasi, dan literasi terkait penyelenggaraan Pilkada 2020, juga menjadi tantangan bagi pemerintah bersama stakeholder lainnya adalah kemampuan memberikan pemahaman bagi masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan pada Pilkada serentak 2020.
“Peran kampus dalam memberikan edukasi sejak dini mengenai pilkada serentak juga penting. Jadi kelancaran pilkada ini tanggung jawab bersama,” ujar I Dewa dalam kegiatan webinar nasional dengan tema Partisipasi Masyarakat Dalam Pilkada Serentak 2020, Jumat (10/7/2020).
Di antaranya peran kampus dalam memberikan literasi, edukasi, dan pemahaman akan urgensi kelanjutan tata kelola pemerintahan di tingkat daerah. (Baca juga: Anies: Reklamasi Ancol Kendalikan Banjir, Proyek 17 Pulau Hasilkan Banjir)
Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menilai potensi penurunan angka partisipasi pemilih dalam Pilkada serentak 2020 hampir dimungkinkan terjadi.
Namun, upaya sosialisasi, edukasi, dan literasi yang dilakukan secara masif sejak dini oleh pemerintah dan kampus-kampus akan mengurangi tingkat risiko tersebut.
Dia optimistis capaian target partisipasi pemilih dalam Pilkada 2020 dapat terpenuhi jika hal tersebut dilakukan.
Selain upaya sosialisasi, edukasi, dan literasi terkait penyelenggaraan Pilkada 2020, juga menjadi tantangan bagi pemerintah bersama stakeholder lainnya adalah kemampuan memberikan pemahaman bagi masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan pada Pilkada serentak 2020.
“Peran kampus dalam memberikan edukasi sejak dini mengenai pilkada serentak juga penting. Jadi kelancaran pilkada ini tanggung jawab bersama,” ujar I Dewa dalam kegiatan webinar nasional dengan tema Partisipasi Masyarakat Dalam Pilkada Serentak 2020, Jumat (10/7/2020).