Arif Rachman Diancam Ferdy Sambo Setelah Lihat Rekaman CCTV Brigadir J Hidup

Senin, 28 November 2022 - 16:49 WIB
loading...
Arif Rachman Diancam Ferdy Sambo Setelah Lihat Rekaman CCTV Brigadir J Hidup
Ferdy Samo disebut mengancam Arif Rachman dan tiga orang lain yang telah melihat rekaman CCTV agar tidak membocorkannya. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Bekas anak buah Ferdy Sambo Arif Rachman mengaku dimarahi saat menanyakan apa yang dilihatnya dalam rekaman CCTV di rumah dinas Kompleks Perumahan Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. Hal tersebut disampaikan Arif saat menjadi saksi pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer, Kuat Maruf, dan Bripka Ricky Rizal.

Ceritanya, Arif bersama Hendra Kurniawan menemuni Ferdy Sambo di ruangannya, Divisi Propam Mabes Polri. Dia bermaksud menyampaikan laporan bahwa setelah melihat rekaman CCTV tampak Brigadir J masih hidup ketika Sambo pulang ke rumah dinas.

Ini menimbulkan pertanyaan baginya lantaran menurut kronologi yang disampaikan Ferdy Sambo, Brigadir J sudah tidak bernyawa saat bosnya itu pulang. Bagaimana reaksi Ferdy Sambo?

Baca juga: Kuasa Hukum Hendra Kurniawan: Tak Ada Polisi Berani Bantah Ferdy Sambo

"Sempat terdiam lalu ngomong sedikit agak marah 'nggak bener itu (rekaman CCTV), udah kamu percaya saya aja'," ucap Arif di PN Jakarta Selatan, Senin (28/11/2022).

Ia menambahkan, Ferdy Sambo menanyakan siapa saja yang sudah menonton rekaman tersebut. Arief pun menjawab video rekaman CCTV sudah ditonton oleh Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, dan Ridwan Soplanit.

"'Kamu simpan dimana itu?' Saya laporkan saya simpan di laptop Baiquni dengan hardisk, eh flashdisk yang menempel di laptop," lanjutnya.

Arif menuturkan, saat mengetahui hal tersebut, Sambo langsung mengancamnya dengan nada keras, jika kasus ini bocor ia bersama tiga orang tersebut yang telah membocorkan.

"Pak Ferdy Sambo bilang 'Berarti kalau sampai bocor kalian berempat lah yang bocorin'. Saya diam saja karena beliau mukanya seperti sudah merah marah gitu," tutur Arif.

"Kalau ini tersebar maka kalian berempat bertanggung jawab?" tanya Hakim.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 23.7969 seconds (11.210#12.26)