Mengapa Amerika Serikat Selalu Gunakan Standar Ganda dalam Urusan Taiwan?

Rabu, 23 November 2022 - 13:10 WIB
loading...
A A A
Masalah lain adalah , bagaimanapun, Republik Rakyat China yang lebih besar, kuat dan lebih representatif. Selama AS mengubah pengakuan politiknya terhadap Taiwan dan status "Taiwan" diganti menjadi provinsi China, "Kebijakan Satu China" Republik China tidak hanya akan gagal menjadi dasar diplomasi otoritas Taipei, tetapi juga malah akan menjadi belenggu atau rintangan Taiwan dalam menjadi bagian dari anggota dunia.

Kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan
AS membantu mempertahankan Taiwan karena Perang Korea, dan secara bertahap juga menjaga jarak dengan Taiwan karena Perang Vietnam. AS bersekutu dengan China untuk menyelesaikan perang Vietnam dan memaksa RRC berperan sebagai penyeimbang komunis Soviet. Saat itulah "versi AS tentang kebijakan Satu China" muncul. Dalam Komunike Shanghai 1972, tertera dengan jelas bahwa AS menyatakan mengakui bahwa semua orang China di kedua sisi Selat Taiwan percaya bahwa hanya ada satu China dan bahwa Taiwan adalah bagian dari China. Pemerintah AS tidak menyangkal ini. AS kembali menegaskan kembali minatnya pada resolusi damai tentang Taiwan. Dengan mengingat komunike ini, AS menegaskan akan menarik semua angkatan bersenjata dan instalasi militer AS dari Taiwan. Selama periode ini, secara bertahap akan mengurangi instalasi militer dan angkatan bersenjataAS di Taiwan sampai dengan ketegangan di kawasan itu mereda.

Sampai hari ini, "kebijakan satu China" masih menjadi faktor paling krusial yang mempengaruhi kebijakan AS terhadap Taiwan. Hal ini dipengaruhi oleh tradisi politik AS "yang merupakan prinsip dan model dunia yang mapan, yang sulit untuk berubah dengan mudah. Perlu dicatat bahwa ini juga sejalan dengan salah satu prinsip diplomasi moral AS - yaitu, "jangan lakukan kepada orang lain apa yang tidak ingin Anda lakukan pada diri sendiri."

Alasan penting bagi AS untuk mematuhi "Prinsip Satu China" adalah bahwa kedua sisi Selat Taiwan percaya bahwa Taiwan adalah bagian dari China; tentu saja, Beijing tidak perlu mengatakan bahwa Taipei tidak menyangkal bahwa Taiwan adalah bagian dari China. Ketika "Prinsip Satu China mulai" diungkapkan dengan kata-kata, dan Satu China itu adalah "China" di tahun 1972. Pemerintah RRC di Beijing tidak bisa menerima, karena mereka mengklaim bahwa merekalah pemilik sah dari China, meskipun saat itu masih sedikit negara yang mengakui keabsahan RRC. Meskipun "Satu China, dan semua negara pendukung RRC turut menyatakan model Satu China pada tahun 1972 tidak diterima oleh RRC saat itu, tetapi pada saat itu prinsip Satu China di bawah Republik China yang ada di Taipei adalah fakta.

Terakhir, untuk mempersingkat tulisan ini, sampai saat ini Taiwan dan China menggunakan "Satu China" sebagai nama negara mereka. Jadi, sebenarnya tidak perlu ada pertentangan internasional tentang One China Policy, cukup saja mereka yang menyelesaikan masalahnya sendiri.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Menhan Ungkap Asal Muasal...
Menhan Ungkap Asal Muasal Amerika Serikat Ajukan Overflight Access ke Indonesia
Menkomdigi Tegaskan...
Menkomdigi Tegaskan Pertukaran Data dengan AS Bukan Data Kependudukan
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Rekomendasi
Disomasi Tessa Kaunang,...
Disomasi Tessa Kaunang, Sandy Tumiwa Bantah Cemarkan Nama Baik
Kart.inc Kirim Dua Pembalap...
Kart.inc Kirim Dua Pembalap Indonesia ke Kejuaraan Dunia Gokart Elektrik di Italia
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Berita Terkini
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
Infografis
Daftar Pejabat Amerika...
Daftar Pejabat Amerika Serikat yang Dilantik dengan Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved