Menyegarkan Kembali Kepemimpinan Muhammadiyah

Rabu, 16 November 2022 - 20:52 WIB
loading...
A A A
Ketiga, diterima kalangan internal dan eksternal Muhammadiyah. Hal ini penting agar Muhammadiyah menjadi gerakan yang semakin inklusif, laksana matahari yang menyinari seluruh alam semesta tanpa terkecuali, sehingga eksistensi Gerakan dakwah Muhammadiyah dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, dengan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan golongan.

Keempat, memiliki jaringan dalam dan luar negeri yang kuat dan luas. Dengan jaringan yang kuat, maka memudahkan dakwah Muhammadiyah dalam merambah berbagai kalangan dibelahan dunia manapun. Pimpinan Muhammadiyah tidak merasa canggung dan minder dalam berbicara dan bergaul dengan kalangan dunia internasional. Sehingga kiprah gerakan Islam berkemajuan semakin mendunia.

Kelima, kritis tetapi tetap santun. Sebagai Gerakan dakwah amar maruf nahi munkar (QS Al Imran 103), Muhammadiyah harus mampu menyeimbangkan antara mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran. Jika mengajak kebaikan, hampir semua kalangan akan menyukainya. Namun jika mencegah kemungkaran, maka mereka yang terusik kepentingannya pasti tidak suka. Karena itu, pemimpin Muhammadiyah ke depan harus kritis tapi santun dalam menyampaikannnya. Sehingga
Muhammadiyah semakin disegani, dalam percaturan kehidupan berbangsa, bernegara, dan ranah internasional.

Keenam, dekat dengan akar rumput. Dakwah Muhammadiyah kepada kaum mustadhaafin harus terus dilakukan, karena itu bagian dari jatidiri Gerakan Muhammadiyah. Karena itu, pemimpin Muhammadiyah ke depan harus mau turun bersama umat, dekat dengan akar rumput, menangis dan tertawa bersama umat. Sehingga mengendalikan organisasi dengan penuh kesungguhan tidak hanya dengan tulisan dan berwacana yang justru kadang membingungkan.

Terakhir, memiliki kualifikasi ulama-intelektual. Ini penting karena Muhammadiyah adalah organisasi sosial keagamaan. Pimpinan Muhammadiyah memiliki bacaan Al-Qur'an yang fasih dan tartil, pengetahuan keagamaan yang mendalam serta intelektual bereputasi. Sehingga dapat diandalkan dan menjadi kebanggaan bagi pimpinan dan anggota-anggotanya.

Oleh karena itu, Muktamar Muhammadiyah yang telah mengalami penundaan selama 2 tahun 8 bulan, tidak hanya harus mampu menghasilkan program-program yang dapat memajukan organisasi yang bermanfaat bagi umat dan bangsa tetapi juga harus melahirkan pemimpin Muhammadiyah yang lebih menyegarkan, enerjik dan berkemajuan untuk mencerahkan semesta. Wallahua'lam.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Muktamar XIX Pemuda...
Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah, Affandi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Intelektual
Haedar Nashir: Perubahan...
Haedar Nashir: Perubahan Struktur Polri Rawan Timbulkan Masalah Baru 
Haedar Nashir Ajak Umat...
Haedar Nashir Ajak Umat Jadikan Ramadan sebagai Kanopi Sosial
PP ‘Aisyiyah Kembangkan...
PP ‘Aisyiyah Kembangkan Program Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayibah
Hari Pers Nasional 2025,...
Hari Pers Nasional 2025, Ini Pesan Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir
Soal Kesejahteraan Hakim,...
Soal Kesejahteraan Hakim, Busyro Muqoddas: Jangan Sampai Terzalimi
KPKP PTMA dan dan DJPK...
KPKP PTMA dan dan DJPK KKP Kerja Sama dalam Melestarikan Ekosistem Pesisir
KPKP Perguruan Tinggi...
KPKP Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah Komitmen Perkuat Kesejahteraan Masyarakat Pesisir
Ketum Muhammadiyah Prof...
Ketum Muhammadiyah Prof Haedar Nashir Terpilih Menjadi Tokoh Perbukuan Islam 2025
Rekomendasi
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Berita Terkini
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
Infografis
3 Bandara Ini Kembali...
3 Bandara Ini Kembali Mendapatkan Status Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved