Pemberdayaan Kesehatan: Kembali ke Nusantara Sehat

Jum'at, 11 November 2022 - 19:36 WIB
loading...
Pemberdayaan Kesehatan:...
Zaenal Abidin (Foto; Ist)
A A A
Zaenal Abidin
Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia, Periode 2012 - 2015

BILA kita mencita-citakan kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan maka perlu dilakukan pemberdayaan kesehatan.Pemberdayaan kesehatan adalah bagian dari strategi global promosi kesehatan. Berdasarkan sasaran utamanya, dapat dibagi menjadi tiga, yakni makro (kabupaten/kota, nasional, global), mezzo (organisasi), dan mikro (masyakatat).

Pemberdayaan kesehatan yang ditujukan langsung kepada masyarakat (individu, keluarga dan kelompok) dapat diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan dan gizi, bercocok tanam, latihan menjahit, dan sebagainya. Pemberdayaan mikro ini diharapakan dapat menambah kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya.

Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo,com

Sedang pemberdayaan yang ditujukan kepada organisasi (mezzo) dimaksudkan untuk menguatkan kapasitas organisasi, baik individu anggota maupun kelembagaan agar kelak mampu berperan sebagai aktor pemberdaya. Hal ini dapat dilakukan kepada organisasi profesi: IDI (dokter), PDGI (dokter gigi), PPNI (perawat), IBI (bidan), IAI (apoteker), PERSAKMI (sarjana dan profesi kesehatan masyarakat), HAKLI (ahli kesehatan lingkungan), HIMPSI (psikolog), dan lainnya. Selain organisasi profesi dapat pula dilakukan kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM), yayasan, posyandu, PKK, dan perkumpulan lain.

Kali ini penulis hanya ingin membicarakan pemberdayaan kesehatan pada tingkat mikro (masyarakat). Melakukan pemberdayaan kesehatan seringkali muncul kendala, baik dari sisi masyarakat atau organisasi maupun aktor pemberdayanya sendiri. Dari sisi masyarakat, disebabkan karena belum sadar bahwa pengetahuan dan pemahamannya dalam bidang kesehatan masih kurang. Sementara dari pihak aktor pemberdaya, dapat karena perencanaan kurang matang, konflik motivasi, inovasi tidak berkembang, kurang finansil, penolakan pihak tertentu, hubungan sosial, sulit mengakhiri, dan seterusnya.

Tahapan Pemberdayaan
Hakikat pemberdayaan kesehatan adalah menciptakan suasana yang memungkinkan daya atau potensi kesehatan masyarakat berkembang (enabling). Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa tidak ada masyakarat yang sama sekali tanpa daya. Setiap mereka pasti memliki daya, hanya terkadang mereka tidak menyadari atau dayanya belum diketahui dengan baik.

Pemberdayaan tidak berlangsung selamanya. Hanya sampai membangun daya dengan cara mendorong, memotivasi, membangkitkan kesadaran, serta mengantar target ke tahap mampu mandiri. Setelah itu target dibiarkan mandiri meski kadang masih perlu dipantau dari jauh agar tidak kembali jatuh.

Berikut ini beberapa tahapan yang harus dilalui oleh masyarakat untuk mencapai level mandiri. Tahap pertama, timbulnya kesadaran bahwa mereka menghadapi masalah dalam pemandirian kesehatannya, namun belum tahu dan paham cara mengatasinya. Tahap kedua, timbulnya kesadaran dan tahu bahwa mereka sebetulnya punya daya atau potensi untuk dapat sehat secara mandiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
BPOM Tegaskan Peraturan...
BPOM Tegaskan Peraturan BPOM No 5/2026 Bukan Soal Penempatan Apoteker
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
PROLANIS Bantu Peserta...
PROLANIS Bantu Peserta JKN Memantau Penyakit Kronis
JKN di Ujung Tanduk:...
JKN di Ujung Tanduk: Risiko Gagal Bayar yang Tidak Boleh Dibiarkan
Deteksi Kesehatan Dini...
Deteksi Kesehatan Dini di Cirebon, 6 dari 10 Peserta Berisiko Tinggi
Poltekkes Kemenkes Jakarta...
Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gandeng Daegu Health College, Resmikan Dental Work Station Modern
Wamenkes Pantau Langsung...
Wamenkes Pantau Langsung Skrining Kesehatan Gratis Mitra Driver Gojek
Rekomendasi
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Gemuruh Adrenalin Istora...
Gemuruh Adrenalin Istora dan Ketenangan Kabin G3+: Strategi Polytron Manjakan Atlet Bulu Tangkis Elite Dunia
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Berita Terkini
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved