Mengenal Xinjiang dan Permasalahan yang Tersisa di China

Senin, 31 Oktober 2022 - 11:01 WIB
loading...
A A A
Masih dalam konflik internal, sepanjang tahun 2019, kita dikejutkan dengan demonstrasi di Hong Kong yang konon menuntut kebebasan demokrasi dan hak menentukan nasib sendiri seperti yang dijanjikan oleh para pemimpin Komunis sebelum Hong Kong kembali ke China. Kembali ke masalah Xinjiang, apa yang sebenarnya terjadi di Xinjiang? Konflik antar suku yang berbeda? Atau penindasan terhadap etnis minoritas dan agama minoritas?

Dalam memahami konflik yang terjadi di Xinjiang, seharusnya para pengamat tidak hanya mengamati dari kacamata media barat, tetapi harus seimbang. Artinya juga harus membaca dari sumber yang berbahasa China, terutama media lokal baik dari kelompok pro pemerintah maupun media sosial milik gerakan pro kemerdekaan. Akademisi maupun pengamat harusnya memilih referensi yang memiliki bukti ilmiah dan sumber yang dapat dipercaya, bukan artikel atau kabar burung yang tendensius dengan propaganda politik. Kalau media tidak bisa netral, seharusnya pembaca harus memiliki sikap kritis dan netral dalam memahami situasi di Xinjiang.

Kasus di Xinjiang murni bukan kasus penindasan terhadap agama minoritas, mengingat agama Islam dan pemeluk agama Islam bukan hanya tersebar di wilayah Xinjiang, tetapi juga di wilayah lainnya di China. Kita harus mengakui, agama selalu dijadikan isu untuk mendiskriminasi atau katakanlah etnis Uighur yang sebagian besar beragama Islam selalu merasa terdiskriminasi karena mereka beragama Islam. Namun, etnis Hui yang notabene beragama Islam tidak merasa menjadi sasaran diskriminasi dalam hal budaya maupun agama dengan etnis mayoritas di China, yaitu etnis Han.

Isu Xinjiang yang dikatakan adalah tindakan menekan minoritas dan agama minoritas mulai bertambah sensitif ketika media barat mulai menuduh bahwa kasus di Xinjiang adalah penindasan terhadap Hak Asasi Manusia oleh pemerintah China terhadap etnis minoritas Uighur dan umat Islam. Tentu saja, tidak sepenuhnya benar tuduhan dari media barat karena mengingat Amerika serikat yang mewakili barat sudah mulai kwatir akan posisinya sebagai super power di dunia digantikan oleh China. Mereka khawatir akan kebangkitan China dan mulai mencuatkan isu tentang berbagai pelanggaran terutama pelanggaran yang menyangkut Hak hidup dan Hak-hak Minoritas di Xinjiang. Selain itu juga, Amerika juga turut ikut campur tangan dalam demonstrasi di Hongkong maupun masalah antara Taiwan dan China yang selalu terkait dengan satu kata, yaitu penindasan.

Media Barat lebih tertarik untuk memberitakan sisi negarif China daripada pembangunan dan kemajuan ekonomi di China. Para wartawan ini sebenarnya tidak melihat dan mengamati sendiri situasi sebenarnya di Xinjiang dan dengan asal-asalan memberitakan situasi China terutama masalah-masalah yang berkaitan dengan demonstrasi dan hak asasi manusia, media juga telah mengabaikan sebab-musabab dan kenyataan yang menyebabkan sebuah kerusuhan di China. Ada pemberitaan yang mengatakan bahwa bahwa Pusat Pendidikan Keahlian atau yang sering disebut sebagai re-education center di Xinjiang bagaikan penjara.

Sebenarnya tujuan didirikannya pusat pendidikan ini adalah untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat miskin dan kurang mampu serta warga yang pernah terlibat aksi terorisme namun belum dikategorikan berat, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk bekerja dan memulai hidup baru agar mereka bisa lepas dari radikalisme. Situasi aktual atau fakta yang bertolak belakang dengan pemberitaan miring media barat tentang Xinjiang terbukti melalui beberapa wawancara dan liputan yang dilakukan oleh beberapa media di Indonesia, dan beberapa pernyataan yang dibuat oleh tokoh-tokoh Indonesia yang datang langsung dan menyaksikan bagaimana kondisi di Xinjiang dan keadaan negara tersebut terutama di Pusat Pelatihan di Xinjiang.

Bagi kebanyakan orang, terutama non bangsa atau warga negara China yang tidak memahami budaya maupun sejarah China akan mengatakan bahwa Islam dan etnis minoritas itu seperti agama dan etnis asing di China dengan sentuhan oriental yang eksotis. Tetapi bagi yang mehami sejarah dan budaya China akan merasakan bahwa sebenarnya komposisi etnis dan agama di China sama dengan di Indonesia yang multietnis dan agama juga.

Sama seperti di China, Indonesia saat ini juga menghadapi masalah yang berkaitan dengan agama. Mau tidak mau, kita harus mengakui, bahwa intoleransi masih ada baik di Indonesia maupun China, tetapi dari Budaya dan Sejarah China maupun Indonesia, itu tidak akan dikaitkan dengan pelanggaran atau penindasan Hak Asasi Manusia, karena negara tidak mungkin melakukan diskriminasi terhadap bangsa dan warganya sendiri. Selain itu juga, China dan Indonesia sudah mulai menghadapi krisis identitas, terutama di kalangan generasi muda. Sehingga dengan gampang kita menemukan masalah seperti di Hongkong maupun di Papua yang ingin melepaskan diri dari China dan Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Rekomendasi
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved