WHO Prediksi Puncak Kasus Covid-19 Subvarian XBB Januari 2023
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 03:18 WIB
loading...
Berbagai ahli di Amerika Serikat (AS) dan WHO menyebut Covid-19 sub varian Omicron XBB puncaknya terjadi pada Januari 2023. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Berbagai ahli di Amerika Serikat (AS) dan Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyebutkan Covid-19 sub varian Omicron XBB di akhir 2022 ini dan puncaknya pada Januari 2023.
“Berbagai ahli di Amerika Serikat maupun WHO menyebutkan sub varian XBB bisa memicu lonjakan kasus di akhir tahun dan puncaknya di bulan Januari,” ungkap Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Kamis (27/10/2022).
Namun, Wiku mengatakan belum ada bukti subvarian ini lebih berbahaya secara klinis dari varian atau subvarian sebelumnya. “Pada beberapa negara kasus harian XBB bergejala ringan dan lebih cepat untuk pulih,” ucapnya.
Baca juga: Satgas Tegaskan Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum Selesai
Wiku melaporkan kasus Covid-19 di tingkat Global per tanggal 23 Oktober 2023 jumlah penambahan kasus positif dalam satu minggu di tingkat Dunia mencapai 2,98 juta. “Di Eropa yaitu di Jerman dan Prancis menjadi negara dengan jumlah kasus mingguan tertinggi yaitu lebih dari 500.000 dan 300.000 kasus baru dalam satu minggu.”
“Berbagai ahli di Amerika Serikat maupun WHO menyebutkan sub varian XBB bisa memicu lonjakan kasus di akhir tahun dan puncaknya di bulan Januari,” ungkap Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Kamis (27/10/2022).
Namun, Wiku mengatakan belum ada bukti subvarian ini lebih berbahaya secara klinis dari varian atau subvarian sebelumnya. “Pada beberapa negara kasus harian XBB bergejala ringan dan lebih cepat untuk pulih,” ucapnya.
Baca juga: Satgas Tegaskan Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum Selesai
Wiku melaporkan kasus Covid-19 di tingkat Global per tanggal 23 Oktober 2023 jumlah penambahan kasus positif dalam satu minggu di tingkat Dunia mencapai 2,98 juta. “Di Eropa yaitu di Jerman dan Prancis menjadi negara dengan jumlah kasus mingguan tertinggi yaitu lebih dari 500.000 dan 300.000 kasus baru dalam satu minggu.”
Lihat Juga :