Wiku Sebut Positif Covid-19 di Indonesia Meningkat 17%
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 01:30 WIB
loading...
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melaporkan kasus Covid-19 di Indonesia meningkat sebesar 17% dalam empat minggu terakhir. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melaporkan kasus Covid-19 di Indonesia meningkat sebesar 17% dalam empat minggu terakhir.
“Kita tetap perlu waspada mengingat dalam 4 minggu terakhir terdapat kenaikan kasus positif mingguan di Indonesia sebesar 17%, kasus aktif harian sebesar 11% dan kematian yang masih lebih dari 100 kematian setiap minggunya,” ungkap Wiku, Kamis (27/10/2022).
Meski begitu, Wiku mengatakan kenaikan kasus yang terjadi di Indonesia saat ini belum dapat ditentukan apakah merupakan akibat dari sub varian XBB. “Namun ancaman varian baru tetap ada di tengah kasus yang relatif rendah,” paparnya.
Baca juga: Ternyata Ini Alasan Indonesia Belum Bisa Berubah Fase dari Pandemi ke Endemi
Sementara itu, kata Wiku, akibat sub varian XBB di sejumlah negara terutama di Eropa yaitu di Jerman dan Prancis menjadi negara mengalami kasus positif Covid-19 mingguan tertinggi yaitu lebih dari 500.000 dan 300.000 kasus baru dalam satu minggu.
“Kita tetap perlu waspada mengingat dalam 4 minggu terakhir terdapat kenaikan kasus positif mingguan di Indonesia sebesar 17%, kasus aktif harian sebesar 11% dan kematian yang masih lebih dari 100 kematian setiap minggunya,” ungkap Wiku, Kamis (27/10/2022).
Meski begitu, Wiku mengatakan kenaikan kasus yang terjadi di Indonesia saat ini belum dapat ditentukan apakah merupakan akibat dari sub varian XBB. “Namun ancaman varian baru tetap ada di tengah kasus yang relatif rendah,” paparnya.
Baca juga: Ternyata Ini Alasan Indonesia Belum Bisa Berubah Fase dari Pandemi ke Endemi
Sementara itu, kata Wiku, akibat sub varian XBB di sejumlah negara terutama di Eropa yaitu di Jerman dan Prancis menjadi negara mengalami kasus positif Covid-19 mingguan tertinggi yaitu lebih dari 500.000 dan 300.000 kasus baru dalam satu minggu.
Lihat Juga :