Satgas Tegaskan Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum Selesai
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 02:05 WIB
loading...
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum selesai. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum selesai. Kewenangan penetapan status endemi akan dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO.
“Pandemi ini belum selesai, untuk itu seluruh lapisan masyarakat penting untuk senantiasa menerapkan tanggung jawab pribadi serta kolektif dalam menjaga kesehatan. Secara resmi yang berhak menyatakan endemi adalah badan kesehatan dunia atau WHO, namun penting untuk disadari perilaku masyarakatlah yang pada akhirnya menentukan perubahan status ini,” tegas Wiku, Kamis (27/10/2022).
Wiku mengatakan Swiss Cheese Model pandemi tidak akan menjadi endemi jika kita tidak melakukan upaya-upaya pencegahan secara menyeluruh sebagai satu rangkaian. “Konsep ini menghadirkan serangkaian barikade yang diwakili oleh irisan keju Swiss yang berurutan di mana setiap irisan keju memiliki pertahanannya masing-masing. Mengadopsi konsep tersebut menuju endemi ada pada tanggung jawab pribadi dan kolektif,” katanya.
Baca juga: Wiku Sebut Positif Covid-19 di Indonesia Meningkat 17%
Tanggung jawab itu, kata Wiku, taat pada protokol kesehatan, tidur dan istirahat yang cukup, aktif berolahraga, konsumsi makanan sehat dan tetap bahagia, dilengkapi dengan tanggung jawab kolektif yaitu vaksinasi, taat pada kebijakan pemerintah dan semangat gotong royong akan menghasilkan lapisan perlindungan yang kuat dan tidak tertembus, sehingga dapat mempercepat langkah kita menuju endemi.
“Pandemi ini belum selesai, untuk itu seluruh lapisan masyarakat penting untuk senantiasa menerapkan tanggung jawab pribadi serta kolektif dalam menjaga kesehatan. Secara resmi yang berhak menyatakan endemi adalah badan kesehatan dunia atau WHO, namun penting untuk disadari perilaku masyarakatlah yang pada akhirnya menentukan perubahan status ini,” tegas Wiku, Kamis (27/10/2022).
Wiku mengatakan Swiss Cheese Model pandemi tidak akan menjadi endemi jika kita tidak melakukan upaya-upaya pencegahan secara menyeluruh sebagai satu rangkaian. “Konsep ini menghadirkan serangkaian barikade yang diwakili oleh irisan keju Swiss yang berurutan di mana setiap irisan keju memiliki pertahanannya masing-masing. Mengadopsi konsep tersebut menuju endemi ada pada tanggung jawab pribadi dan kolektif,” katanya.
Baca juga: Wiku Sebut Positif Covid-19 di Indonesia Meningkat 17%
Tanggung jawab itu, kata Wiku, taat pada protokol kesehatan, tidur dan istirahat yang cukup, aktif berolahraga, konsumsi makanan sehat dan tetap bahagia, dilengkapi dengan tanggung jawab kolektif yaitu vaksinasi, taat pada kebijakan pemerintah dan semangat gotong royong akan menghasilkan lapisan perlindungan yang kuat dan tidak tertembus, sehingga dapat mempercepat langkah kita menuju endemi.
Lihat Juga :