Waketum Garuda Minta Jangan Pernah Membela Siti Elina dengan Alasan Gila

Kamis, 27 Oktober 2022 - 13:10 WIB
loading...
Waketum Garuda Minta Jangan Pernah Membela Siti Elina dengan Alasan Gila
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Garuda Teddy Gusnaidi merespons peristiwa seorang perempuan yang kedapatan membawa senjata api alias pistol jenis FN di depan Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Garuda Teddy Gusnaidi merespons peristiwa seorang perempuan yang kedapatan membawa senjata api alias pistol jenis FN di depan Istana Merdeka, Jakarta. Seorang perempuan itu diketahui bernama Siti Elina (24), warga Koja, Jakarta Utara.

“Seorang wanita ditangkap ketika mencoba menerobos Istana Negara dengan menodong Paspampres, ketika ditanya apa tujuannya, tujuannya mau bertemu Jokowi, ingin menyampaikan bahwa ideologi Pancasila itu salah karena dasarnya bukan Islam,” kata Teddy Gusnaidi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/10/2022).

Teddy mengatakan jelas bahwa Siti Elina adalah teroris karena mengaplikasikan ajaran radikalisme. Teddy menjelaskan, radikalisme adalah paham atau aliran, sedangkan terorisme adalah mengaplikasikan paham tersebut.

Baca juga: Heboh Wanita Berpistol Coba Terobos Istana, Pengamat Terorisme: Mari Kita Waras Mengeja Realita



“Jangan ditafsirkan seolah-olah dia gila, dia teroris dan harus dijerat UU Terorisme,” kata Teddy yang juga sebagai juru bicara Partai Garuda ini.

Menurutnya, orang seperti Siti Elina tidak akan berubah dan tidak akan menyesali. “Karena dia sadar pasti tertangkap, tapi tetap dia lakukan karena ini bagian dari ibadah dan dia telah menunaikan ibadah, yang tentu dia percaya balasannya surga. Orang gila tidak mungkin akan melakukan hal itu, ini orang normal yang bodoh,” tuturnya.

“Mengapa alasan para teroris identik dengan agama? Karena untuk mengajarkan radikalisme, cara ampuh agar diterima orang-orang bodoh adalah dengan label agama,” sambungnya.

Baca: Heboh Wanita Berpistol Coba Terobos Istana, Din Syamsuddin Ajak Umat Islam Tak Perlu Tanggapi

Karena, lanjut dia, ketika orang-orang itu tidak mengakui ajaran tersebut, mereka diteror dengan dosa. Mereka akhirnya mencari pembenaran untuk menerima.

“Jangan pernah membela wanita ini dengan alasan bahwa dia gila, karena yang dia lakukan adalah mengimplementasi paham radikalisme. Dan orang yang mengimplementasikan paham itu, namanya teroris,” pungkasnya.
(rca)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1564 seconds (10.55#12.26)