Heboh Wanita Berpistol Coba Terobos Istana, Din Syamsuddin Ajak Umat Islam Tak Perlu Tanggapi
Kamis, 27 Oktober 2022 - 06:51 WIB
loading...
Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) Prof Din Syamsuddin merespons peristiwa seorang perempuan yang kedapatan membawa senjata api alias pistol jenis FN di depan Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) Prof Din Syamsuddin merespons peristiwa seorang perempuan yang kedapatan membawa senjata api alias pistol jenis FN di depan Istana Merdeka, Jakarta. Seorang perempuan bercadar itu diamankan Paspampres di dekat pos utama Paspampres atau dekat lampu lalu lintas sekitar pukul 07.00 WIB, Selasa 25 Oktober 2022.
"Saya terpaksa ikut nimbrung menanggapi peristiwa seorang wanita bercadar masuk ke halaman istana dan mengacungkan pistol kepada petugas karena berita tentang peristiwa itu bernada stigmatisasi terhadap Islam," kata Din Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/10/2022).
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mengaku sebenarnya sudah menduga akan ada peristiwa percontohan sebagaimana pada masa-masa lalu sejak ada pernyataan pihak Istana Kepresidenan melalui Kantor Staf Presiden (KSP) yang menyebut radikalisme keagamaan meningkat jelang 2024.
Baca juga: Heboh Wanita Berpistol Coba Terobos Istana, Pengamat Terorisme: Mari Kita Waras Mengeja Realita
"Saya terpaksa ikut nimbrung menanggapi peristiwa seorang wanita bercadar masuk ke halaman istana dan mengacungkan pistol kepada petugas karena berita tentang peristiwa itu bernada stigmatisasi terhadap Islam," kata Din Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/10/2022).
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mengaku sebenarnya sudah menduga akan ada peristiwa percontohan sebagaimana pada masa-masa lalu sejak ada pernyataan pihak Istana Kepresidenan melalui Kantor Staf Presiden (KSP) yang menyebut radikalisme keagamaan meningkat jelang 2024.
Baca juga: Heboh Wanita Berpistol Coba Terobos Istana, Pengamat Terorisme: Mari Kita Waras Mengeja Realita
Lihat Juga :