Urgensi VAR untuk Sepak Bola Indonesia
Sabtu, 22 Oktober 2022 - 09:03 WIB
loading...
Sudah saatnya teknologi VAR diterapkan di kompetisi dalam negeri. FOTO/WAWAN BASTIAN
A
A
A
Presiden FIFA Gianni Infantino meminta PSSI mulai berinvestasi sistem Video Assistant Referee (VAR) dalam kompetisi kasta tertinggi, yakni Liga 1. Permintaan tersebut diungkapkan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Vivin Cahyani Sungkono seusai rapat dengan Infantino di GBK Arena, Selasa (18/10) sore.
Investasi VAR ini ditekankan FIFA tentu diarahkan untuk membenahi kompetisi. Apa yang disampaikan Infantino sudah pasti bukan berasal dari ruang hampa, tapi berdasar informasi yang diterimanya dan hasil diskusi dengan anggota Exco PSSI. Tidak murah memang untuk mendanai infrastuktur VAR yang membutuhkan anggaran Rp85 miliar. Namun Gianni Infantino menekankan, dengan keberadaan VAR integritas pertandingan akan semakin meningkat.
Perwasitan memang menjadi salah satu masalah terpelik di antara setumpuk persoalan yang mendera persebakbolaan di Tanah Air. Kepemimpinan seorang wasit yang tidak profesional, bukan hanya memuat kompetisi di Tanah Air jauh dari definisi bertintegras, tapi juga rawan memicu anarkisme karena tidak berhenti menyulut emosi supporter yang merasa tim kesayangannya dipecundangi.
Bertumpuk-tumpuk persoalan wasit tanpa pernah terselesaikan pada akhirnya memicu rasa frustasi penggemar sepak bola Tanah Air. Persepsi bahwa wasit sering memberi keuntungan pada klub tertentu atau selalu berpihak pada tuan rumah pun lazim terdengar. Bahkan, fakta ini terverisikasi riset yang dilakukan Liga 1 Stats sejak musim 2017. Data yang diluncurkan usai berakhirnya BRI Liga 1 musim 2021-2022 lalu menemukan adanya tiga tim yang paling sering mendapat hadiah pinalti. Masing-masing adalah Borneo SMR dengan 32 kali penalti, Persija (30), dan Bali United (29).
Carut marut wasit bukan isapan jempol. Selama berlangsung kompetisi Liga 1 2022/2023 yang kini dihentikan pascakasus Tragedi Kanjuruhan, tercatat terjadi sejumlah keputusan kontroversi wasit. Kontroversi dimaksud di antaranya pinalti yang diberikan wasit Totok Fitrianto pada laga Persib vs PSIS. Padahal faktanya, dalam tayangan ulang bola tidak mengenai tangan pemain PSIS Jonathan Cantillana. Pinalti yang dieksekusi striker Persib David Da Silva menjadi penentu kemenungan 2:1 Persib atas PSIS.
Investasi VAR ini ditekankan FIFA tentu diarahkan untuk membenahi kompetisi. Apa yang disampaikan Infantino sudah pasti bukan berasal dari ruang hampa, tapi berdasar informasi yang diterimanya dan hasil diskusi dengan anggota Exco PSSI. Tidak murah memang untuk mendanai infrastuktur VAR yang membutuhkan anggaran Rp85 miliar. Namun Gianni Infantino menekankan, dengan keberadaan VAR integritas pertandingan akan semakin meningkat.
Perwasitan memang menjadi salah satu masalah terpelik di antara setumpuk persoalan yang mendera persebakbolaan di Tanah Air. Kepemimpinan seorang wasit yang tidak profesional, bukan hanya memuat kompetisi di Tanah Air jauh dari definisi bertintegras, tapi juga rawan memicu anarkisme karena tidak berhenti menyulut emosi supporter yang merasa tim kesayangannya dipecundangi.
Bertumpuk-tumpuk persoalan wasit tanpa pernah terselesaikan pada akhirnya memicu rasa frustasi penggemar sepak bola Tanah Air. Persepsi bahwa wasit sering memberi keuntungan pada klub tertentu atau selalu berpihak pada tuan rumah pun lazim terdengar. Bahkan, fakta ini terverisikasi riset yang dilakukan Liga 1 Stats sejak musim 2017. Data yang diluncurkan usai berakhirnya BRI Liga 1 musim 2021-2022 lalu menemukan adanya tiga tim yang paling sering mendapat hadiah pinalti. Masing-masing adalah Borneo SMR dengan 32 kali penalti, Persija (30), dan Bali United (29).
Carut marut wasit bukan isapan jempol. Selama berlangsung kompetisi Liga 1 2022/2023 yang kini dihentikan pascakasus Tragedi Kanjuruhan, tercatat terjadi sejumlah keputusan kontroversi wasit. Kontroversi dimaksud di antaranya pinalti yang diberikan wasit Totok Fitrianto pada laga Persib vs PSIS. Padahal faktanya, dalam tayangan ulang bola tidak mengenai tangan pemain PSIS Jonathan Cantillana. Pinalti yang dieksekusi striker Persib David Da Silva menjadi penentu kemenungan 2:1 Persib atas PSIS.
Lihat Juga :