Mantan Kabareskrim: Masyarakat Menginginkan Polri yang Humanis dan Dipercaya
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 19:36 WIB
loading...
Mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Susno Duadji mengatakan, masyarakat menginginkan institusi Polri yang humanis dan dapat dipercaya bukan sebaliknya. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah kasus pidana yang terjadi di Polri menjadi tsunami bagi rakyat Indonesia sehingga tidak aneh jika muncul protes dan menurunnya kepercayaan terhadap lembaga tersebut. Lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pelanggar hukum, justru melakukan pelanggaran hukum.
Pernyataan itu disampaikan mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Susno Duadji dalam Webinar Mingguan Partai Perindo dengan tema “Bersih-bersih di Tubuh Polri: Upaya Membangun Polri Berwibawa dan Dicintai Rakyat,” Jumat (21/10/2022).
Menurut Susno, sebagai organisasi yang besar dengan anggaran mencapai triliunan, Polri sudah sepantasnya mendapat pengawasan. Rakyat adalah salah satu yang dinilai harus memiliki keleluasan dalam melakukan pengawasan itu.
Baca juga: Sistem Pengawasan Polri Tak Efektif, Susno Duadji: Perlu Lembaga seperti KPK
“420.000 orang, luar biasa jumlah personelnya. Kemudian dipersenjatai, mengelola anggaran yang sangat besar, puluhan triliun dan apa yang dilakukan Polri pasti bersentuhan dengan rakyat, pasti bersentuhan dengan Hak Asasi Manusia. Polri yang demikian besar kekuasaannya, tanpa diawasi oleh rakyat maka cenderung untuk menyalahgunakan kekuasaan,” katanya.
Pernyataan itu disampaikan mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Susno Duadji dalam Webinar Mingguan Partai Perindo dengan tema “Bersih-bersih di Tubuh Polri: Upaya Membangun Polri Berwibawa dan Dicintai Rakyat,” Jumat (21/10/2022).
Menurut Susno, sebagai organisasi yang besar dengan anggaran mencapai triliunan, Polri sudah sepantasnya mendapat pengawasan. Rakyat adalah salah satu yang dinilai harus memiliki keleluasan dalam melakukan pengawasan itu.
Baca juga: Sistem Pengawasan Polri Tak Efektif, Susno Duadji: Perlu Lembaga seperti KPK
“420.000 orang, luar biasa jumlah personelnya. Kemudian dipersenjatai, mengelola anggaran yang sangat besar, puluhan triliun dan apa yang dilakukan Polri pasti bersentuhan dengan rakyat, pasti bersentuhan dengan Hak Asasi Manusia. Polri yang demikian besar kekuasaannya, tanpa diawasi oleh rakyat maka cenderung untuk menyalahgunakan kekuasaan,” katanya.
Lihat Juga :