Sistem Pengawasan Polri Tak Efektif, Susno Duadji: Perlu Lembaga seperti KPK
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 17:50 WIB
loading...
Mantan Bareskrim Polri Komjen (Purn) Susno Duadji menilai, perlunya dewan pengawas seperti KPK untuk mengawasi Polri. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Berbagai kasus pidana yang terjadi di tubuh Polri akhir-akhir ini menuntut adanya sejumlah pembenahan. Salah satu yang harus dibenahi adalah sistem pengawasan.
Mantan Bareskrim Polri Komjen (Purn) Susno Duadji menilai, dewan pengawas adalah hal yang perlu menjadi perhatian sebagai upaya pembenahan di tubuh lembaga itu. “Yang paling perlu dibenahi adalah lembaga pengawasannya. Kekuasaan yang demikian besar, diberi senjata, organisasi yang besar, ada pengawasan tapi tidak efektif, ini adalah suatu hal yang mustahil,” kata Susno dalam Webinar Mingguan Partai Perindo dengan tema ‘Bersih-bersih di Tubuh Polri: Upaya Membangun Polri Berwibawa dan Dicintai Rakyat,’ Jumat (21/10/2022).
Baca juga: Kapolri Sebut Polri Sedang Melaksanakan Pemurnian Menjadi Emas 24 Karat
Diakuinya, saat ini memang ada lembaga pengawasan yang sudah terbentuk baik internal maupun eksternal. Namun, di lapangan keberadaan pengawas itu dinilai tidak efektif. Kondisi itu terjadi baik untuk pengawasan internal maupun eksternal. “Pengawasan internal ada Propam. Tapi kita tahu sendiri Propamnya seperti itu. Ada lagi Irwasum, tapi kita tahu Irwasum sendiri seperti itu,” jelas dia.
“Ada pengawasan eksternal Kompolnas, tapi tidak efektif. Ada juga lembaga pengawasan eksternal DPR, dalam hal ini Komisi III. Tetapi itu kan lembaga politik, dan tidak bisa tiap hari melakukan pengawasan,” lanjut dia.
Baca juga: Kapolri Sebut Polri Sedang Proses Pemurnian Emas, DPR Berharap Semua Jadi Polisi 24K
Dengan kondisi pengawasan seperti itu, lanjut dia, tidak aneh jika banyak kalangan yang mempertanyakan integritas polisi dalam melakukan penanganan ketika ada anggota yang terlibat kasus pidana. Kasus-kasus yang terjadi beberapa waktu terakhir, menjadi salah satu contoh dari kondisi tersebut.
Mantan Bareskrim Polri Komjen (Purn) Susno Duadji menilai, dewan pengawas adalah hal yang perlu menjadi perhatian sebagai upaya pembenahan di tubuh lembaga itu. “Yang paling perlu dibenahi adalah lembaga pengawasannya. Kekuasaan yang demikian besar, diberi senjata, organisasi yang besar, ada pengawasan tapi tidak efektif, ini adalah suatu hal yang mustahil,” kata Susno dalam Webinar Mingguan Partai Perindo dengan tema ‘Bersih-bersih di Tubuh Polri: Upaya Membangun Polri Berwibawa dan Dicintai Rakyat,’ Jumat (21/10/2022).
Baca juga: Kapolri Sebut Polri Sedang Melaksanakan Pemurnian Menjadi Emas 24 Karat
Diakuinya, saat ini memang ada lembaga pengawasan yang sudah terbentuk baik internal maupun eksternal. Namun, di lapangan keberadaan pengawas itu dinilai tidak efektif. Kondisi itu terjadi baik untuk pengawasan internal maupun eksternal. “Pengawasan internal ada Propam. Tapi kita tahu sendiri Propamnya seperti itu. Ada lagi Irwasum, tapi kita tahu Irwasum sendiri seperti itu,” jelas dia.
“Ada pengawasan eksternal Kompolnas, tapi tidak efektif. Ada juga lembaga pengawasan eksternal DPR, dalam hal ini Komisi III. Tetapi itu kan lembaga politik, dan tidak bisa tiap hari melakukan pengawasan,” lanjut dia.
Baca juga: Kapolri Sebut Polri Sedang Proses Pemurnian Emas, DPR Berharap Semua Jadi Polisi 24K
Dengan kondisi pengawasan seperti itu, lanjut dia, tidak aneh jika banyak kalangan yang mempertanyakan integritas polisi dalam melakukan penanganan ketika ada anggota yang terlibat kasus pidana. Kasus-kasus yang terjadi beberapa waktu terakhir, menjadi salah satu contoh dari kondisi tersebut.
Lihat Juga :