Polri: Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Tak Bersedia Diautopsi
Kamis, 20 Oktober 2022 - 18:16 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Mahfud MD ke PSSI: Harus Ada yang Mundur karena Moral, Bukan Prosedural
Perwakilan TGIPF menemui Devi Athok ayah kandung dari dua korban Tragedi Kanjuruhan Natasya (18) dan Nayla (13) di Desa Krebet Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang, Rabu 19 Oktober 22. Selain dua putrinya meninggal dunia, istrinya bernama Gebi (43) yang juga ibu kandung Natasha dan Nayla juga turut meninggal saat tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam.
Kedatangan TGIPF ke rumah Devi Athok yang difasilitasi langsung Kuasa Hukum Devi Athok, Imam Hidayat untuk menanyakan apa sebab jadwal autopsi yang sudah direncanakan, mendadak dibatalkan. Menurut Imam, pembatalan otopsi bukan karena keinginan kliennya.
Sementara itu, anggota TGIPF Armed Wijaya menjelaskan, pihaknya mendatangi rumah Devi Athok terkait kabar intimidasi jelang autopsi. “Kami tanyakan langsung pada keluarga korban terkait rencana otopsi. Karena keluarga korban sebelumnya sudah berjalan lancar, tahu-tahu ada pembatalan oleh keluarga. Isunya bahwa pembatalan ada intervensi oleh anggota Kepolisian. Kedatangan kami untuk klarifikasi apakah betul ada intervensi. Kita gali info, ternyata info intervensi anggota itu tidak benar,” ujar Armed Wijaya.
Puteranegara
Perwakilan TGIPF menemui Devi Athok ayah kandung dari dua korban Tragedi Kanjuruhan Natasya (18) dan Nayla (13) di Desa Krebet Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang, Rabu 19 Oktober 22. Selain dua putrinya meninggal dunia, istrinya bernama Gebi (43) yang juga ibu kandung Natasha dan Nayla juga turut meninggal saat tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam.
Kedatangan TGIPF ke rumah Devi Athok yang difasilitasi langsung Kuasa Hukum Devi Athok, Imam Hidayat untuk menanyakan apa sebab jadwal autopsi yang sudah direncanakan, mendadak dibatalkan. Menurut Imam, pembatalan otopsi bukan karena keinginan kliennya.
Sementara itu, anggota TGIPF Armed Wijaya menjelaskan, pihaknya mendatangi rumah Devi Athok terkait kabar intimidasi jelang autopsi. “Kami tanyakan langsung pada keluarga korban terkait rencana otopsi. Karena keluarga korban sebelumnya sudah berjalan lancar, tahu-tahu ada pembatalan oleh keluarga. Isunya bahwa pembatalan ada intervensi oleh anggota Kepolisian. Kedatangan kami untuk klarifikasi apakah betul ada intervensi. Kita gali info, ternyata info intervensi anggota itu tidak benar,” ujar Armed Wijaya.
Puteranegara
(cip)
Lihat Juga :