Mendagri: Pengelolaan Urbanisasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Rabu, 05 Oktober 2022 - 18:44 WIB
loading...
Mendagri Tito Karnavian mengatakan pengelolaan urbanisasi secara optimal dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut pengelolaan urbanisasi secara optimal dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Urbanisasi akan meningkatkan kebutuhan infrastruktur dasar meliputi pangan, energi, perumahan, air minum, sanitasi," kata Tito dalam acara pembukaan Integrated Technology Event (ITE) 2022 di Jakarta, Rabu (5/10/2022).
Namun demikian, peningkatan pembangunan dan kesejahteraan perkotaan di Indonesia lebih lambat dan lebih sulit daripada laju urbanisasi. Negara-negara lain menikmati pertumbuhan ekonomi lebih tinggi akibat perkembangan kota, berkat bertambahnya pekerjaan formal dan meningkatnya produktivitas.
Baca juga: Wujudkan Kota Cerdas, Kemendagri Gelar Integrated Technology Event 2022
"Tiap 1% pertumbuhan urbanisasi berkorelasi dengan peningkatkan PDB per kapita 3% untuk Tiongkok, dan 2,7% untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik," jelas Tito.
Mengingat sumber pertumbuhan berada di perkotaan maka konsentrasi penduduk ini perlu dikelola dengan strategi pengelolaan perkotaan yang lebih berkelanjutan dan berketahanan. Tentunya beriringan dengan menyeimbangkan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan melalui inovasi dan solusi yang tetap mempertahankan konteks lokal dan karakter budaya. "Salah satunya melalui konsep perkotaan cerdas," ujar Tito.
Baca juga: Kota Cerdas dan Berkelanjutan Harus Jadi Konsep Pengembangan IKN
"Urbanisasi akan meningkatkan kebutuhan infrastruktur dasar meliputi pangan, energi, perumahan, air minum, sanitasi," kata Tito dalam acara pembukaan Integrated Technology Event (ITE) 2022 di Jakarta, Rabu (5/10/2022).
Namun demikian, peningkatan pembangunan dan kesejahteraan perkotaan di Indonesia lebih lambat dan lebih sulit daripada laju urbanisasi. Negara-negara lain menikmati pertumbuhan ekonomi lebih tinggi akibat perkembangan kota, berkat bertambahnya pekerjaan formal dan meningkatnya produktivitas.
Baca juga: Wujudkan Kota Cerdas, Kemendagri Gelar Integrated Technology Event 2022
"Tiap 1% pertumbuhan urbanisasi berkorelasi dengan peningkatkan PDB per kapita 3% untuk Tiongkok, dan 2,7% untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik," jelas Tito.
Mengingat sumber pertumbuhan berada di perkotaan maka konsentrasi penduduk ini perlu dikelola dengan strategi pengelolaan perkotaan yang lebih berkelanjutan dan berketahanan. Tentunya beriringan dengan menyeimbangkan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan melalui inovasi dan solusi yang tetap mempertahankan konteks lokal dan karakter budaya. "Salah satunya melalui konsep perkotaan cerdas," ujar Tito.
Baca juga: Kota Cerdas dan Berkelanjutan Harus Jadi Konsep Pengembangan IKN
Lihat Juga :